back to top

Ngeri! Trump Ancam Kenakan Tarif 100% ke Negara Pembeli Ekspor Rusia!

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Rusia. Ia mengultimatum agar Presiden Vladimir Putin segera menyepakati perdamaian di Ukraina dalam waktu 50 hari.

Mengutip CNBC International, Trump menyatakan akan memberlakukan tarif sekunder sebesar 100% terhadap negara-negara yang membeli ekspor dari Rusia jika tidak ada kesepakatan damai sebelum September.

“Kami sangat kecewa dengan mereka, dan kami akan memberlakukan tarif yang sangat berat, jika dalam 50 hari tidak ada kesepakatan, tarifnya sekitar 100%, mereka menyebutnya tarif sekunder,” ujar Trump dari Gedung Putih dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

Trump mengaku kecewa dengan Putin. Ia sebelumnya mengira kesepakatan damai akan tercapai beberapa bulan lalu. Namun hingga kini invasi Rusia ke Ukraina belum juga berhenti.

Ancaman tarif ini bukan kali pertama disampaikan Trump. Namun, batas waktu 50 hari yang ditetapkannya kini menjadi tekanan tambahan yang belum pernah ia berikan sebelumnya.

Tarif sekunder ini akan dikenakan kepada negara dan entitas yang membeli produk ekspor Rusia. Negara-negara yang bergantung pada energi fosil dari Rusia seperti China, India, Brasil, dan Turki berpotensi terdampak besar.

Trump mengatakan, “Kalau tidak ada kesepakatan gencatan senjata sebelum September, kami akan memberlakukan tarif sekunder.”

Bersamaan dengan ancaman tersebut, Trump juga mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengirim perlengkapan militer senilai miliaran Dolar AS ke Ukraina. Peralatan ini dibeli dari perusahaan-perusahaan AS, dibayar oleh negara-negara Eropa, dan akan dikirim melalui NATO ke Ukraina.

Langkah Trump ini menunjukkan perubahan sikap yang lebih tegas terhadap Rusia. Ia menegaskan dukungan militer untuk Ukraina dan menunjukkan ketidaksabarannya terhadap Presiden Putin.

Meski belum jelas produk mana saja yang akan dikenakan tarif, pernyataan Trump menambah tekanan diplomatik terhadap Rusia dan para mitra dagangnya.

Sebelumnya pada Maret, Trump sudah memperingatkan bahwa jika tidak ada kesepakatan damai dan ia menyimpulkan Rusia yang bertanggung jawab, maka seluruh ekspor minyak Rusia akan dikenai tarif sekunder.

Trump juga pernah mengancam negara-negara pembeli minyak Venezuela dan Iran dengan tarif serupa. China menjadi pihak yang paling terdampak karena merupakan pengimpor terbesar minyak Venezuela.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dihantui Bayang-bayang Stagflasi Akibat Krisis Iran, Wall Street Merah Tiga Pekan Beruntun

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Di Balik Runtuhnya Bursa Saham Eropa: Krisis Minyak dan Skandal Eksposur USD 30 Miliar Bank Raksasa

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Peluang Resesi 2026 Melonjak ke 32%, Bursa Saham Asia Kompak Berguguran

STOCKWATCH.ID (HONG KONG) – Bursa saham Asia-Pasifik ditutup melemah...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru