Minggu, Januari 11, 2026
25.1 C
Jakarta

NINE Selangkah Lagi Akuisisi Tambang Poh Group di Mongolia, Kontraktor Tiongkok Siap Guyur Investasi USD 100 Juta

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses akuisisi tambang Poh Group di Mongolia. Langkah strategis ini dilakukan melalui entitas Poh Golden Ger Resources Pte Ltd (PGGR). Aset tersebut direncanakan masuk ke dalam portofolio perusahaan untuk memperkuat lini bisnis pertambangan.

PGGR merupakan perusahaan yang berafiliasi dengan Poh Group melalui pemegang saham pengendali, Poh Kay Ping. Perusahaan ini memegang kepemilikan 100% atas dua konsesi pertambangan di Mongolia. Rencana Injeksi aset ini diprediksi memberikan dampak material bagi rencana investasi masa depan perusahaan.

NINE sudah menandatangani opsi untuk membeli aset pertambangan tersebut. Pelaksanaan opsi ini bergantung pada terpenuhinya beberapa syarat utama. Syarat tersebut meliputi persetujuan pemegang saham dan izin dari regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bursa Efek Indonesia (BEI).

Proses akuisisi juga memerlukan penilaian independen dari dua penilai asal Indonesia dan Australia. Kepatuhan terhadap seluruh peraturan perundang-undangan menjadi syarat mutlak sebelum penandatanganan dokumen transaksi definitif. Langkah ini dilakukan guna memastikan transparansi dan keamanan transaksi bagi para pemodal.

PGGR baru saja menyepakati kerja sama (Framework Agreement) dengan kontraktor besar asal Inner Mongolia, Tiongkok. Kontraktor bidang Engineering, Procurement and Construction + Finance (EPC+F) tersebut memiliki total aset melebihi USD 500 juta. Mereka berpengalaman mengoperasikan tambang terbuka maupun bawah tanah di tingkat internasional.

Mitra EPC+F ini menyatakan kesediaan untuk mengucurkan investasi lebih dari USD 100 juta. Dana tersebut dialokasikan guna mendukung operasional pertambangan dengan kapasitas produksi tahunan diproyeksikan melebihi 20 juta ton. Realisasi investasi tetap bergantung pada hasil uji tuntas atau due diligence yang memuaskan.

Selain di Mongolia, negosiasi intensif juga sedang berjalan untuk proyek di Indonesia. Techno9 menjajaki kerja sama operasi dengan pemilik izin usaha pertambangan emas, batubara, timah, dan bauksit. Upaya ini bertujuan memperluas jangkauan sumber daya dalam skema kerja sama antarpihak.

Direktur Utama NINE Nuzwan Gufron memberikan penjelasan terkait implikasi rencana ini. Ia menilai perkembangan tersebut membuka jalur monetisasi aset yang lebih terstruktur bagi perusahaan. Nuzwan menyampaikan optimisme ini dalam keterangan resmi kepada para pemegang saham.

“Perkembangan ini berpotensi memiliki dampak material bagi para pemegang saham PT Techno9 Indonesia Tbk, khususnya apabila opsi pembelian aset pertambangan PGGR di Mongolia dilaksanakan, serta terhadap keterlibatan PT Techno9 Indonesia Tbk di masa depan dalam proyek-proyek pertambangan di Indonesia, karena membuka jalur monetisasi aset yang lebih terstruktur,” ujar Nuzwan Gufron, dalam keterbukaan informasi, Senin (5/1/2026).

Perusahaan berkomitmen terus mengeksplorasi peluang usaha di pasar domestik maupun regional. Hal ini dilakukan demi memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Ekspansi lintas negara ini diharapkan mampu mendongkrak performa finansial perseroan di masa mendatang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Investor Telkom (TLKM) Melejit di Akhir 2025, Danantara Genggam Kendali 52,09%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...

Komposisi Pemegang Saham BRMS Akhir 2025: Investor Sugiman Halim Genggam 7,45%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

Ekspansi Rumah Tapak, Pengendali Diamond Citra (DADA) Akuisisi PKSI Rp174,8 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru