STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) melakukan penarikan peringkat atas PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) di pasar modal domestik. Hal itu dilakukan, karena BMRI telah melunasi obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan I tahap II tahun 2025 seri A.
Menurut tim analis PEFINDO, dalam laporan riset, dikutip Selasa (07/4/2026), PEFINDO telah melakukan penarikan atas peringkat obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan Bank Mandiri.
Bank Mandiri telah melakukan pelunasan obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan I tahap II tahun 2025 seri A (peringkat idAAA) senilai Rp500 miliar pada 06 April 2026. “Dengan demikian, PEFINDO melakukan penarikan atas peringkat efek utang tersebut,” tulis tim analis PEFINDO.
PEFINDO juga melakukan penarikan atas peringkat efek utang PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau disebut Spindo. Perseroan telah melunasi dua efek utang pada 06 April 2026, yaitu obligasi berkelanjutan II tahap I tahun 2023 seri B (peringkat idA) senilai Rp211,30 miliar, dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II tahap I tahun 2023 seri B (peringkat idAsy) senilai Rp141,10 miliar.
Selain itu, PEFINDO juga melakukan penarikan atas peringkat efek utang PT OKI Pulp & Paper Mills. Perseroan telah melunasi dua efek utang pada 06 April 2026, yaitu obligasi berkelanjutan II tahap I tahun 2025 seri A (peringkat idA+) senilai Rp717,710 miliar, dan Obligasi USD Berkelanjutan II tahap I tahun 2025 seri A (peringkat idA+) senilai US$90.000.
Tidak itu saja. PEFINDO juga melakukan penarikan atas peringkat efek utang PT Bukit Makmur Mandiri (BUMA). Perseroan telah melunasi Sukuk Ijarah I tahun 2025 seri A (peringkat idA+sy) senilai Rp542,850 miliar pada 06 April 2026. Itu sebabnya, PEFINDO melakukan penarikan atas peringkat efek utang tersebut.
