STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pasar obligasi di Indonesia masih menunjukkan geliat yang kuat. Hingga 1 Agustus 2025, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat telah ada 116 emisi dari 65 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS). Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp132,2 triliun.
Tidak berhenti sampai di situ. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan masih ada lima emisi dari empat penerbit EBUS yang sedang dalam antrean pipeline penerbitan.
“Sampai dengan 01 August 2025 terdapat 5 emisi dari 4 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” ujar Nyoman, di Jakarta, Sabtu (2/8/2025).
Menurut dia, empat penerbit tersebut berasal dari tiga sektor utama. Dua perusahaan berasal dari sektor energi, satu dari sektor finansial, dan satu lagi dari sektor properti dan real estat. Sektor-sektor lain seperti teknologi, industri, infrastruktur, hingga transportasi belum terlihat dalam pipeline terbaru ini.
Bila dihitung berdasarkan persentase, pipeline EBUS saat ini terbagi rata antara sektor energi dan properti & real estat masing-masing 33,3%, sementara sektor finansial dan basic materials masing-masing menyumbang 16,7%.
Pipeline ini menunjukkan minat pelaku usaha untuk menerbitkan surat utang masih cukup tinggi di tengah berbagai dinamika ekonomi.
