Selasa, Januari 20, 2026
27.2 C
Jakarta

OJK: Kredit Tumbuh 8,88%, DPK Naik 4,55% pada April 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, kinerja intermediasi perbankan stabil dengan profil risiko yang terjaga. Hal ini terungkap dalam keterangan resmi OJK di Jakarta, dikutip Selasa (03/6/2025).

Disebutkan, pada April 2025, misalnya, kredit tumbuh 8,88% yoy (Maret 2025: 9,16%) menjadi Rp7.960,94 triliun. Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi sebesar 15,86%. Ini diikuti oleh kredit konsumsi 8,97%, sedangkan kredit modal kerja tumbuh 4,62% yoy.

Menurut OJK, ditinjau dari kepemilikan, bank BUMN menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit yaitu sebesar 8,82% yoy. Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 12,77%, sementara kredit UMKM tumbuh sebesar 2,60%, dengan kredit usaha kecil tumbuh tertinggi sebesar 9,48%, di tengah upaya perbankan yang berfokus pada pemulihan kualitas kredit UMKM.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh sebesar 4,55% yoy (Maret 2025: 4,75% yoy) menjadi Rp9.047 triliun, dengan giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh sebesar 6,02%, 6,05%, dan 2,07% yoy.

Likuiditas industri perbankan pada April 2025 tetap memadai, dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing 111,32% (Maret 2025: 116,05%) dan 25,23% (Maret 2025: 26,22%), masih di atas threshold masing-masing 50% dan 10%. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 200,35%.

Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,24 persen (Maret 2025: 2,17%) dan NPL net 0,83% (Maret 2025: 0,80%). Loan at Risk (LaR) juga relatif stabil, tercatat 9,92% (Maret 2025: 9,86%).

Meskipun meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, namun rasio LaR menurun dibandingkan posisi April 2024 dan masih di bawah level sebelum pandemi yaitu sebesar 9,93% pada Desember 2019.

Ketahanan perbankan juga tetap kuat tercermin dari permodalan (CAR) yang berada di level tinggi sebesar 25,43% (Maret 2025: 25,38%), menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global.

Untuk porsi kredit Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan tercatat sebesar 0,27 persen dari total kredit perbankan, namun terus mencatatkan pertumbuhan yang tinggi secara tahunan. Per April 2025, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh 26,59% yoy (Maret 2025: 32,18% yoy) menjadi Rp21,35 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 24,36 juta (Maret 2025: 24,59 juta).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Eksekusi MESOP, Dua Komisaris Sarana Menara (TOWR) Serok Jutaan Saham di Harga Rp444

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Dua petinggi PT Sarana Menara Nusantara...

BNBR Siap Rights Issue 90 Miliar Saham, Dana Buat Bayar Utang dan Modal Kerja

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)...

Perusahaan Singapura Saiko Consultancy Bakal Akuisisi 27,83% Saham SPRE

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru