back to top
Senin, Januari 26, 2026
24.4 C
Jakarta

PACK Siap Terbitkan Obligasi Wajib Konversi Rp3,25 Triliun, Ini Skema dan Harganya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) menyampaikan penjelasan tambahan terkait satuan Obligasi Wajib Konversi (OWK). Aksi korporasi ini dilakukan dalam rangka Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue.

Penjelasan tersebut disampaikan untuk menyelaraskan administrasi dalam sistem PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Manajemen PACK menetapkan rasio pelaksanaan HMETD menjadi OWK sebesar 1:1. Artinya, setiap satu HMETD dapat dilaksanakan menjadi satu OWK.

Harga pelaksanaan ditetapkan Rp100 untuk setiap OWK. Dengan ketentuan ini, satu OWK setara dengan nilai nominal Rp100.

“Pencatatan satuan OWK dalam bentuk nominal Rupiah tersebut dilakukan dalam rangka penyesuaian administrasi dan sistem pencatatan efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta untuk memberikan kejelasan dan keseragaman penyajian informasi kepada para pemegang OWK, tanpa mengubah nilai ekonomi maupun hak dan kewajiban pemegang OWK,” tulis manajemen PACK dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu (24/1/2026).

Total nilai OWK yang akan dicatatkan mencapai Rp3,25 triliun.

Setiap satu unit OWK nantinya dapat dikonversi menjadi satu saham Perseroan. Nilai konversi disepakati sebesar Rp100 per saham.

Manajemen PACK menyebut telah berkoordinasi dengan KSEI dan pihak terkait lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penerbitan OWK berjalan sesuai dengan ketentuan pasar modal.

Dalam aksi korporasi ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ditunjuk sebagai Wali Amanat.

Informasi tambahan ini merupakan kelanjutan dari keterbukaan informasi yang telah dipublikasikan pada 2 Januari 2026.

PACK merupakan perusahaan induk yang memiliki unit usaha di bidang industri percetakan digital. Fokus utama bisnisnya adalah produksi kemasan fleksibel.

Manajemen menyatakan fakta material ini tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan Perseroan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Ultrajaya (ULTJ) Investasi Rp1,14 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Ultrajaya Milk Industry & Trading...

Laba Bersih Pollux Properties (POLL) Melonjak 34,45% Menjadi Rp18,71 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL)...

Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Tarik Pinjaman Rp4,8 Triliun dari BRI, Ini Rinciannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru