Panca Budi Idaman Bidik Penjualan Tumbuh 10% pada 2025, Begini Strateginya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) membidik penjualan sebesar Rp5,78 triliun pada 2025. Target tersebut 10% lebih tinggi dibanding realisasi penjualan PBID tahun 2024...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) membidik penjualan sebesar Rp5,78 triliun pada 2025. Target tersebut 10% lebih tinggi dibanding realisasi penjualan PBID tahun 2024 sebesar Rp5,25 triliun.
Dalam materi paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/5/2025), Direksi PBID menyebutkan, untuk mencapai target penjualan di atas, Perseroan akan memperluas pangsa pasar dan jangkauan distribusi, serta meningkatkan kualitas produk dan pelayanan. Selain itu, Perseroan juga akan meningkatkan brand value dan melakukan efisiensi kegiatan operasional.
PBID membukukan penjualan sebesar Rp1,27 triliun pada kuartal I 2025, turun 0,49% dari Rp1,28 triliun pada periode sama 2024. Laba PBID yang dapat diatribusikan kepafa pemilik entitas induk turun 23,23% menjadi Rp101,77 miliar pada kuartal I 2025 jika dibandingkan Rp132,58 miliar pada kuartal I 2024.
Seperti diketahui, Panca Budi Idaman atau PBIB perusahaan merupakan yang memiliki keunggulan kompetitif dengan menjadi pemimpin pasar di consumer packaging. Selain itu Perseroan saat ini memiliki lebih dari 12.000 pelanggan toko, memiliki bisnis model yang terintegrasi, dan produk yang bervariasi.
Sekedar informasi, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) atau Panca Budi Group, dirintis pada tahun 1979 sebagai distributor plastik. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1990 untuk memproduksi dan mendistribusikan barang jadi plastik dan mulai beroperasi komersial pada tahun 1991.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)