STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pefindo menegaskan peringkat idA- untuk PT Bank Victoria Tbk (BVIC) dan obligasi yang masih beredar, serta peringkat idBBB untuk obligasi subordinasi Bank Victoria yang masih beredar.
Menurut tim analis Pefindo dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (13/3/2026), peringkat obligasi subordinasi berada dua tingkat di bawah peringkat perusahaan untuk mencerminkan risiko bahwa instrumen utang tersebut dapat dihapuskan (written down) apabila terjadi kondisi non-viability. Prospek untuk peringkat perusahaan adalah stabil.
Peringkat mencerminkan tingkat permodalan Bank Victoria yang kuat, posisi bisnis di atas rata-rata, dan likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang memadai. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh kualitas aset yang moderat dan indikator profitabilitas yang moderat.
“Peringkat dapat dinaikkan jika kami menilai ada penguatan yang signifikat dan berkelanjutan pada posisi bisnis Bank Victoria, yang diikuti oleh menurunnya konsentrasi bisnis secara signifikan,” tulis tim analis Pefindo.
Kenaikan peringkat juga harus diikuti oleh kenaikan dana ritel yang signifikan dan konsisten, serta tercermin juga dari biaya dana yang lebih rendah secara substansial. Namun, peringkat dapat diturunkan jika profil kualitas aset dan profitabilitas Bank memburuk tajam.
Bank Victoria adalah bank komersial dengan fokus usaha pada nasabah affluent dan mass affluent. Per 31 Desember 2025, pemegang saham BVIC adalah PT Victoria Investama Tbk sebesar 44,23%, Suzanna Tanojo sekitar 19,35% dan Publik memiliki 36,42%.
