Pefindo Sematkan Peringkat idA+ untuk Obligasi Pembangunan Jaya Ancol (PJAA)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat idA+ (Single A Plus) untuk Obligasi Berkelanjutan III PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) pada Selasa, tanggal 7 April 2026.

Peringkat tersebut diberikan Pefindo untuk Obligasi Berkelanjutan III  PJAA Tahap milik PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) senilai maksimum Rp1,5 triliun yang akan diterbitkan selama 2 tahun sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran (28 Juni 2024) sampai dengan 28 Juni 2026.

Adapun peringkat PJAA tersebut berlaku untuk periode 7 April 2026 sampai dengan 1 April 2027. Tanda Tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan.

Direktur Utama Pefindo Irmawati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 8 April 2026 mengemukakan, keputusan tersebut sesuai dengan hasil rapat yang diadakan pada hari Selasa, 7 April 2026, oleh  Panitia Pemeringkat PT PEFIND.

Menurut Irmawati, peringkat tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari Perusahaan serta Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025.

“Efek utang dengan peringkat idA mengindikasikan bahwa kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia, adalah kuat. Walaupun demikian, kemampuan emiten mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan dengan emiten yang peringkatnya lebih tinggi,” tulis Irmawati dalam keterangannya. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Medco Energi (MEDC) Siap Terbitkan Surat Utang Senior US$200 Juta, Bunga 8,625%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melalui...

IHSG Naik Lagi 0,39%, Tembus 7.300 Berkat Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski dibuka melemah di 7.238,462, Indeks Harga Saham...

Divestasi 39,9 Juta Saham Winner Nusantara (WINR), Pengendali Cuan Segini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pemenang Nusantara Internasional, pemegang saham pengendali PT...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru