back to top

Pefindo Tegaskan Peringkat idAAA untuk BNI, Prospek Stabil

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pefindo menegaskan peringkat idAAA untuk PT Bank negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Obligasi Berwawasan Lingkungan I BNI Tahun 2022, dan Obligasi Berkelanjutan I BNI Tahun 2025. Prospek untuk peringkat perusahaan adalah stabil.

Menurut tim analis Pefindo, peringkat tersebut terutama mencerminkan tingkat kepentingan yang sangat besar (critical importance) bagi pemegang saham pengendali (Pemerintah Republik Indonesia). Profil kredit berdiri sendiri BNI didukung oleh posisi usaha yang sangat kuat, permodalan yang sangat kuat, serta profil likuiditas yang sangat kuat.

“Akan tetapi, peringkat tersebut sebagian dibatasi oleh ketatnya persaingan di tengah kondisi makroekonomi yang menantang,” tulis tim analis Pefindo dalam laporan riset, dikutip Kamis (05/3/2026).

Peringkat dapat diturunkan jika terjadi pelemahan yang substansial dari segi dukungan dari pemegang saham pengendali, yang dapat diindikasikan dari penurunan porsi kepemilikan pemerintah secara signifikan atau tidak adanya dukungan yang bersifat segera dari pemerintah saat kinerja usaha BNI mengalami pemburukan.

BNI menyediakan jasa perbankan yang komprehensif, termasuk perbankan korporasi, komersial, knsumer, internasional dan treasuri. BNI juga menyediakan jasa keuangan lainnya melalui anak-anak perusahaannya di pembiayaan, asuransi, dan sekuritas.

Per akhir tahun 2025, 60% saham BNI dimiliki oleh PT Danantara Asset Management (Persero), entitas pengelola aset di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI) Danantara), sebesar 40% leh publik, dan dikendalikan oleh pemerintah Indonesia melalui satu lembar saham Dwiwarna.

BNI mencatat laba bersih sebesar Rp20,04 triliun sepanjang tahun 2025. Torehan tersebut turun 6,63% dibanding dengan tahun 2024 di mana laba bersih BNI tercatat sebesar Rp21,46 triliun.

Dari sisi top line, pendapatan bunga bersih BNI tercatat relatif masih stabil atau senilai Rp40,33 triliun sepanjang 2025, dibandingkan sebesar Rp40,48 triliun di tahun 2024.

Total aset BNI tercatat naik 20,53% menjadi Rp1.362 triliun hingga akhir Desember 2025 dibandingkan sebesar Rp1.130 triliun per 31 Desember 2024. Adapun ekuitas BNI naik 5,88% menjadi Rp176,34 triliun pada akhir tahun 2025 dari akhir tahun 2024 sebesar Rp167,19 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Naik 1,67%, IHSG Sesi I ke 7.703,790 Diungit Saham-saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Direktur Minna Padi (PADI) Divestasi Ratusan Juta Saham di Atas Harga Pasar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Jajaran Direksi PT Minna Padi Investama...

Harga Saham Terbang Tinggi, BEI Suspensi Perdagangan Saham Tiga Emiten Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru