STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp180,19 miliar (Rp113 per saham) pada 2025, naik tipis 1,35% jika dibandingkan Rp177,79 miliar (Rp111 per saham) tahun 2024.
Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2025 yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa, 17 Februari 2026, pendapatan bersih emiten bidang properti dan real estat, serta pengelolaan taman rekreasi terpadu tersebut mencapai Rp1,12 triliun pada 2025, turun 11,42% dari Rp1,26 triliun pada tahun 2024.
Pendapatan PJAA dari penjualan tiket wahana wisata dan pintu gerbang area wisata Ancol turun 18,68% jadi Rp737,70 miliar pada 2025, dari Rp907,18 miliar tahun 2024. Sedangkan pendapatan hotel dan restoran turun 10,8%, dari Rp76,84 miliar menjadi Rp68,54 miliar tahun 2025. Adapun pendapatan usaha lainnya tumbuh 14,17% jadi Rp316,95 miliar pada 2025, dari Rp277,59 miliar pada 2024.
Seiring pendapatan, beban pokok dan beban langsung PJAA juga turun sebesar 1,73% menjadi Rp609,54 miliar pada 2025, dari Rp599,12 miliar tahun 2024. Namun, laba kotor emiten pengelola Taman Impian Jaya Ancol ini anjlok 23,26% menjadi Rp511,66 miliar pada 2025 dibanding Rp666,77 miliar pada tahun 2024.
Di bagian lain, beban umum dan administrasi PJAA meningkat 4,76% menjadi Rp274,15 miliar dari Rp261,67 miliar. Adapun beban lain-lain membengkak 173,19%, dari Rp41, 99 miliar pada 224, menjadi Rp114,73 miliar pada 2025. Laba usaha PJAA anjlok 12,75% menjadi Rp324,85 miliar pada 2025 ika dibandingkan Rp372,36 miliar pada tahun 2024.
Total aset PJAA pada 2025 sebesar Rp3,63 triliun, naik tipis 1,16% dari Rp3,59 triliun pada 2024. Semenara jumlah liabilitas maupun ekuitas Perseroan pada tahun 2025, masing-masing sebesar Rp1,77 triliun dan Rp1,86 triliun. (konrad)
