Pendapatan dan Laba BHIT Kompak Turun di Semester I 2026, Ini Penyebabnya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) mencatat pendapatan bersih sebesar Rp7,00 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut turun 7,99% dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp7,61 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian BHIT per 30 Juni 2026, kontribusi terbesar pendapatan berasal dari segmen media senilai Rp4,28 triliun. Disusul segmen lembaga keuangan Rp2,02 triliun, pertambangan Rp553,21 miliar, dan segmen lainnya Rp151,80 miliar.
Di sisi biaya, beban langsung BHIT tercatat Rp4,37 triliun, turun 5% dari Rp4,60 triliun pada semester I 2025. Meski demikian, laba kotor Perseroan susut 12,48% menjadi Rp2,63 triliun pada semester I 2026 dibanding Rp3,06 triliun pada periode sama tahun 2025.
Sementara dari sisi operasional, beban umum dan administrasi BHIT turun 9,7% menjadi Rp1,52 triliun, dari Rp1,68 triliun pada semester I 2025. Begitu juga dengan beban keuangan turun 3,2% jadi Rp573,35 miliar dari Rp592,43 miliar.
Perusahaan juga membukukan kerugian kurs mata uang asing bersih sebesar Rp63,63 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan mencatat keuntungan kurs bersih Rp8,84 miliar.
Selain itu, rugi lain-lain bersih Perseroan membengkak 684% menjadi Rp102,47 miliar pada semester I 2026, dari dari Rp13,06 miliar pada semester I 2025. Kondisi tersebut menyebabkan laba sebelum pajak anjlok 48,70% menjadi Rp377,18 miliar pada semester I 2026 dibandingkan Rp735,25 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Perseroan memperoleh manfaat pajak bersih sebesar Rp41,24 miliar. Pada semester I 2025, perusahaan masih membukukan beban pajak bersih Rp44,76 miliar.
Laba bersih periode berjalan BHIT tercatat Rp418,42 miliar hingga akhir Juni 2026. Angka ini tergerus 39,40% dibandingkan laba bersih semester I 2025 yang mencapai Rp690,49 miliar.
Dari total laba bersih tersebut, sebesar Rp91,56 miliar diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sementara Rp326,86 miliar menjadi bagian kepentingan nonpengendali. Laba per saham dasar Perseroan turun menjadi Rp1,10 per saham dari Rp2,31 per saham pada semester I 2025.
Dari sisi neraca keuangan, total asset BHIT per Juni 2026 sebesar Rp71,50 triliun, turun 3,02% dari Rp73,73 triliun per Desember 2025, Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Juni 2026, masing-maisng sebesar Rp32,57 triliun dan Rp38,93 triliun.