back to top

Pendapatan Tumbuh 28,02%, Laba Bersih DUTI Melesat 42,66% Jadi Rp1,07 Triliun pada 2023

STOCKWATCH.ID (TANGERANG) – PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), Entitas Anak PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan anggota kelompok pengembang terkemuka Sinar Mas Land mencatat pertumbuhan positif pada 2023.

Menurut Teky Mailoa, Direktur Utama DUTI, berdasarkan laporan keuangan yang telah diudit, sepanjang 2023 Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,86 triliun. Angka ini tumbuh 28,02% dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sekitar Rp3,02 triliun.

Seiring kenaikan pendapatan, laba tahun berjalan Perseroan tercatat naik 51,80% menjadi Rp1,29 triliun. Ini mendorong melesatnya laba bersih DUTI setinggi 42,66% menjadi Rp1,07 triliun selama tahun 2023 dari posisi yang sama tahun sebelumnya Rp747,55 miliar.

Segmen utama yang memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan usaha konsolidasi adalah tanah, rumah tinggal, ruko, dan bangunan strata title, yang mencapai 80,56% dari total pendapatan atau setara dengan Rp3,11 triliun. “Disusul kemudian segmen sewa yang membukukan angka Rp582,14 miliar setara kontribusi 15,07%,” ujar Teky, dalam keterbukaan informasi dilaman idx Jakarta, Kamis (14/3/2024).

Pertumbuhan penjualan yang solid juga tercermin pada Laba Kotor yang meningkat 19,05% menjadi Rp2,32 triliun sepanjang 2023, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp1,94 triliun. Laba usaha sepanjang 2023 tercatat sebesar Rp1,19 triliun tumbuh 21,74 secara tahunan, dibandingkan tahun 2022 tercatat Rp979,50 miliar.

Sejalan dengan pencapaian tersebut, DUTI berkomitmen untuk berinovasi mengembangkan produk-produk berkualitas unggul, inovatif dan hijau. DUTI juga secara seksama mencari peluang terhadap segmen property alternatif yang diperkirakan akan menjadi tren positif di masa mendatang seperti logistic, multifamily built to rent dan horizontal lain.

“Dengan dukungan induk kelompok properti Sinar Mas Land yang memberikan promosi dan pemasaran yang makin inovatif, berbasis digital dan dinamis, DUTI akan berkontribusi positif kepada pertumbuhan industri properti nasional,” tegas Teky

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ruang Udara Sejumlah Negara Ditutup, Ribuan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Gagal Terbang

STOCKWATCH.ID (BALI) - Penutupan ruang udara di beberapa negara...

Eks Bos Palma Serasih (PSGO) Terjerat Kasus Hukum, Manajemen Tunjuk Plt Dirut

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Palma Serasih Tbk (PSGO) akhirnya...

Ruang Udara Luar Negeri Ditutup, Rute Dubai dan Doha dari Bali Dibatalkan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Penutupan ruang udara di sejumlah negara...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru