back to top

Pengendali Buang 3,99% Saham Sumber Mas Konstruksi (SMKM) di Harga Bawah, Tujuannya Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Vina Nauli Jordania (VNJ), pemegang saham pengendali PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) menjual  sebanyak 50.000.000  unit (3,99%) sahamnya di perusahaan konstruksi tersebut  ini pada tanggal 27 Agustus 2025. Adapun saham SMKM dijual di harga bawah Rp37 per lembar.

“Tujuan VNJ menjual saham SMKM adalah divestasi,” tulis Budi Aris, Corporate Secretary SMKM dalam keterangan, Selasa 2 September 2025.

Budi menjelaskan, kepemilikan Vina Nauli Jordania (VNJ), atas saham SMKM pasca transaksi ini turun menjadi 44,98% dari sebelumnya 48,97% saham.

Secara fundamental, SMKM membukukan pendapatan bersih sebesar Rp35,82 miliar pada semester I 2025, turun 19,74% dari Rp33,63 miliar pada periode sama 2024. Meski pendapatan turun, laba SMKM  melonjak 320,4% menjadi Rp1,02 miliar  pada semester I 2025 dibanding Rp308,31 juta pada semester I 2024.

Sekedar informasi, SMKM adalah perusahaan kontraktor umum dan desain interior, didirikan pada tanggal 4 Februari 1981. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1982 dengan melakukan jasa arsitektur dan teknik.

Perusahaan tersebut melakukan penetrasi konstruksi umum pada 2018, khususnya pembangunan gedung, jalan, jembatan, kawasan pemukiman, dan menara BTS Beberapa portofolio perusahaan adalah Puskesmas Musi Rawas, Puskesmas Tanjung Ucang, jalan dan jembatan di Riau, kawasan pemukiman Kuala Tanjung 1 dan 2, Kantor DPRD Sumut, dan Kantor PAPDI. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dinilai Tidak Wajar oleh Penilai, Multitrend (BABY) Tetap Ngotot Akuisisi EGI. Apa Alasannya?

STOCKWATCH.ID  (JAKARTA) - PT Multitrend Indo Tbk (BABY) memberikan...

Siap Jual Seluruh Saham Master Print ke Perusahaan Singapura, Mitra Pack Gelar RUPSLB Minggu Depan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Mitra Pack Tbk (PTMP) mengumumkan...

BEI Tetapkan Daftar Efek Liquidity Provider Terbaru, Berlaku Mulai 2 Maret 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru