STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Kinerja keuangan PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) tampak belum pulih sampai dengan paruh pertama tahun 2025. Upaya manajemen Perseroan memperbaiki kinerja keuangan belum membuahkan hasil positif. Sebaliknya, Perseroan justru kembali merugi Rp3,29 miliar pada semester I 2025, meningkat 24,3% dari rugi Rp2,64 miliar di semester I 2024.
Kerugian tersebut, menurut laporan keuangan per 40 Juni 2025023 yang dipublikasikan Rabu, 27 Agustus 2025, disebabkan oleh penjualan bersih OPMS yang anjlok 89,7% menjadi Rp2,43 miliar pada semester I 2025, dari Rp23,72 miliar pada periode yang sama 2024.
Penjualan produk besi scrap tanpa olahan terpangkas 78,49%, dari Rp10,73 miliar menjadi hanya Rp2,3 miliar pada semester I 2025, Adapun penjualan besi scrap olahan merosot 98,98% menjadi Rp132,39 juta, dari sebelumnya Rp12,99 miliar.
Seiring penjualan, beban pokok penjualan OPMS juga turun 85,42%, dari Rp23,54 miliar per Juni 2024, menjadi Rp3,43 miliar per Juni 2025. Akan tetapi, Perusahaan tersebut  menderita rugi kotor sebesar Rp991,65 juta pada semester I 2025. Pada periode yang sama tahun 2024, Perseroan mampu membukukan laba kotor sebesar Rp174,57 juta.
Pada perdagangan  di Bursa Efek Indonesia, Rabu 27 Agustus 2025, saham OPMS tercatat stagnan di Rp88 per unit. Kendati berfluktuasi cukup tajam, saham ini aktif ditransaksikan investor. Selama perdagangan sepekan, saham OPMS naik 11,39%, dari Rp79 pada 20 Agustus 2025 menjadi Rp88 per unit per26 Agustus 2025. Jika dibandingkan antara harga 1 Agustus 2025 sebesar Rp70 per unit  terhadap harga saat sekarang, maka saham OPMS telah meningkat 25,71%. (konrad)
