STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatat penjualan bersih sebesar Rp112,17 triliun pada 2025, turun 4,84% dari Rp117,88 triliun pada tahun 2024.
Berdasarkan laporan keuangan Desember 2025 yang dipublikasikan, Rabu 11 Maret 2026 terungkap, penjualan bersih HMSP tahun 2025 berasal dari produk sigaret kretek mesin (SKM) sebesar Rp61,40 triliun. Disusul segmen sigaret kretek tangan (SKT) Rp38,20 triliun, sigaret putih mesin (SKM) Rp5,85 triliun, sigaret putih tangan (SPT) Rp958 miliar dan produk bebas asap sebesar Rp4,44 triliun.
Ditinjau dari sisi geografis, penjualan HMSP didominasi oleh pasar lokal yakni sebesar Rp109,32 triliun. Sedangkan pasar ekspor menyumbang Rp2,15 triliun.
Beban pokok penjualan HMSP turun sebesar 7,84% menjadi Rp91,55 triliun pada 2025, dari Rp99,34 triliun tahun 2024. Ini laba kotor emiten rokok itu tumbuh 11,24% menjadi Rp20,61 triliun pada 2025 dibanding Rp18,53 triliun tahun 2024.
Di sisi lain, beban penjualan serta beban umum dan administrasi HMSP naik, masing-masing sebesar 0,84% jadi Rp7,96 triliun dan 14,43% ke Rp3,36 triliun pada 2025. Beban lain-lain HMSP juga meningkat 301% jadi Rp604,21 miliar. Namun, laba sebelum pajak HMSP tumbuh 8,52% jadi Rp9,42 triliun pada 2025, dibanding Rp8,68 triliun pada 2024.
Adapun, laba periode berjalan HMSO yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun tipis 0,54% menjadi Rp6,60 triliun (Rp57 per saham) pada tahun 2025, jika dibandingkan Rp6,64 triliun (Rp57 per saham) pada 2024.
HMSP memiliki total aset sebesar Rp51,56 triliun per Desember 2025, turun 5,02% dari Rp54,29 triliun per Desember 2024. Jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan pada 2025, masing-masing Rp23,21 triliun dan Rp28,35 triliun. (konrad)
