STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$248,98 juta (US$0,00344 per saham) pada 2025. Hasil ini turun 60,9% dibandingkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$636,89 juta (US$0,00878 per saham) pada 2024.
Terungkap dalam laporan keuangan AMMN yang diumumkan Kamis (26/3/2026), penurunan laba ini seiring dengan penjualan bersih Perseroan yang merosot sekitar 30,45% dari US$2,66 miliar pada 2024 menjadi US$1,85 miliar pada 2025.
Meski beban pokok penjualan AMMN berkurang sekitar 23,48% dari US$1,32 miliar menjadi US$1,01 miliar di tahun 2025, laba bruto Perseroan tetap merosot sebesar 37,92% dari US$1,345 miliar di tahun 2024 menjadi US$835,62 juta pada 2025.
Sementara itu, beban operasional Perseroan naik 1,12% dari US$160,22 juta menjadi US$162,02 juta pada 2025. Hal ini menyebabkan laba operasional AMMN merosot sebesar 43,12% dari US$1,185 miliar pada 2024 menjadi US$673,60 juta di tahun 2025.
Perseroan mencatat kenaikan total aset 24,73% dari US$11,12 miliar per 31 Desember 2024 menjadi US$13,87 miliar per 31 Desember 2025. Total liabilitas meningkat 43,78% dari US$5,87 miliar menjadi US$8,44 miliar per 31 Desember 2025. Adapun total ekuitas AMMN naik 4,43% menjadi US$5,43 miliar dari US$5,25 miliar per 31 Desember 2024.
