Minggu, Januari 11, 2026
25.8 C
Jakarta

Perak Tembus US$77, Emas dan Platinum Cetak Rekor Tertinggi Baru

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Kilau logam mulia semakin terang pada penutupan perdagangan Jumat (26/12/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (27/12/2025) WIB. Harga perak dunia berhasil menembus level psikologis US$77 per ons untuk pertama kalinya. Tidak mau kalah, harga emas dan platinum juga kompak mencetak rekor tertinggi baru.

Mengutip CNBC International, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menjadi pendorong utama. Selain itu, ketegangan geopolitik turut memicu permintaan terhadap aset aman atau safe-haven.

Harga perak di pasar spot melonjak tajam 7% ke level US$77,12 per ons. Sebelumnya, perak sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di posisi US$77,11 per ons.

Sepanjang tahun ini, harga perak sudah meroket 167%. Kenaikan tajam tersebut dipicu defisit pasokan global. Selain itu, perak kini berstatus sebagai mineral kritis di Amerika Serikat, sehingga permintaannya terus meningkat.

Di sisi lain, harga emas juga bergerak naik. Emas di pasar spot menguat 1,1% ke level US$4.529,8 per ons. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas sempat menyentuh rekor di posisi US$4.533,14 per ons.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari ikut menguat. Kontrak tersebut naik 1,3% dan ditutup di level US$4.559 per ons.

Pasar kini mengantisipasi dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2026. Pemangkasan pertama diperkirakan terjadi sekitar pertengahan tahun. Spekulasi mengenai penunjukan ketua The Fed yang lebih dovish oleh Presiden AS Donald Trump turut memperkuat ekspektasi ini.

Peter Grant, Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, memberikan pandangannya terkait fenomena ini.

“Ekspektasi pelonggaran lebih lanjut oleh The Fed pada 2026, dolar yang lemah, dan ketegangan geopolitik yang meningkat mendorong volatilitas di pasar yang tipis. Meskipun ada risiko aksi ambil untung sebelum akhir tahun, trennya tetap kuat,” ujar Peter Grant.

Peter Grant juga menyampaikan proyeksi harga logam mulia untuk waktu dekat. Ia menilai tren kenaikan masih berlanjut dan peluang penguatan tetap terbuka.

Ia memproyeksikan harga perak berpotensi mencapai US$77 per ons, lalu naik ke US$80 hingga akhir tahun. Untuk emas, target terdekat berada di level US$4.686,81 per ons. Grant melihat peluang emas menembus US$5.000 pada paruh pertama tahun depan.

Kinerja positif tidak hanya terjadi pada emas dan perak. Logam mulia lain juga mencatat kenaikan signifikan. Harga platinum di pasar spot melonjak 8,7% ke level US$2.411,46 per ons. Sebelumnya, platinum sempat menyentuh rekor tertinggi di US$2.448,25 per ons.

Sementara itu, harga paladium ikut menguat. Logam ini naik hampir 10% dan berada di level US$1.850,76 per ons.

Dari sisi geopolitik, AS melaporkan telah melakukan serangan udara terhadap militan ISIS di barat laut Nigeria pada hari Kamis. Situasi ini menambah ketidakpastian global yang menguntungkan harga emas. Di sisi lain, indeks dolar AS berada di jalur penurunan mingguan. Hal ini membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih menarik bagi pembeli luar negeri.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Emas Masih ‘Anteng’ di Level USD 4.452, Analis Ramal Bisa Tembus USD 5.000

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak stabil pada...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Pasokan Global Jadi Sorotan

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat tajam...

Aksi Ambil Untung Tekan Harga Emas, Logam Mulia Lainnya Ikut Tumbang

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia berakhir melemah pada...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru