back to top

Perang Timur Tengah Berkecamuk, Bursa Saham Eropa Rontok Berjamaah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (2/3/2026) waktu setempat. Penurunan tajam ini terjadi seiring memanasnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Amerika Serikat (AS) dan Israel baru saja melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada akhir pekan lalu.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 1,61% ke posisi 623,63. Hampir semua bursa utama di kawasan tersebut terperosok ke zona merah. Indeks CAC 40 Perancis anjlok 2,17% ke level 8.394,32. FTSE MIB Italia merosot 1,97% ke posisi 46.280,40.

Indeks FTSE 100 Inggris terpangkas 1,20% ke level 10.780,11. DAX Jerman turun tajam 2,56% ke posisi 24.638,00. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol terkoreksi 2,64% ke level 17.875,80.

Ketegangan geopolitik memukul telak mental investor global. Serangan AS dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. AS dan Israel pun mendesak warga Iran untuk mengambil kesempatan menggulingkan rezim penguasa.

Serangan skala besar ini diluncurkan pada hari Sabtu. Langkah militer diambil usai Iran menolak tuntutan AS untuk membatasi program nuklirnya. Putaran perundingan pada hari Kamis sebelumnya juga berakhir tanpa kesepakatan.

Iran tidak tinggal diam dan langsung melancarkan serangan balasan. Mereka menargetkan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Komando Pusat AS melaporkan empat prajurit Amerika tewas akibat rentetan konflik ini.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengingatkan potensi bertambahnya jumlah korban dari pihak Amerika.

“Perang itu neraka,” tegas Hegseth.

Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Angkatan Udara AS Dan Caine turut memberikan penjelasan dalam sebuah pengarahan militer.

“Ini tidak akan menjadi operasi semalam saja dan akan ada kerugian tambahan,” ujar Caine.

Konflik bersenjata ini langsung mengerek harga minyak dunia. Pelaku pasar cemas akan terjadi gangguan pasokan besar-besaran melalui Selat Hormuz. Harga minyak mentah Brent menyentuh level tertinggi dalam 52 minggu terakhir. Patokan harga internasional ini melonjak hampir 6%.

Kenaikan harga energi ini justru menguntungkan saham emiten minyak dan gas. Saham eksportir migas asal Norwegia, Vår Energi dan Equinor, masing-masing melesat 6% dan 8%.

Di sisi lain, saham sektor perjalanan dan pariwisata berguguran. Penutupan wilayah udara Timur Tengah sangat mengganggu operasional penerbangan global. Saham operator kapal pesiar Inggris-Amerika Carnival PLC anjlok 8%. Saham International Consolidated Airlines turun lebih dari 5%. TUI AG merosot hampir 10% dan Lufthansa kehilangan 5%.

Sementara itu, saham perusahaan pertahanan Eropa ditutup bervariasi. Saham BAE Systems asal Inggris naik 6%. Produsen jet tempur Swedia Saab turun 0,5%. Saham Leonardo asal Italia naik hampir 3%. Saham Renk asal Jerman tumbuh lebih dari 3%. Perusahaan kedirgantaraan Italia Avio justru melemah 1%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Berhasil Rebound, Investor Borong Saham Teknologi di Tengah Konflik Iran

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Perang Timur Tengah Memanas, Saham Penerbangan Asia Berguguran Saat Energi Pesta Pora

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Inflasi Memanas dan Ancaman AI Bikin Cemas, Indeks Dow Jones Anjlok 500 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru