STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong inisiatif pendalaman pasar modal Indonesia. Strategi ini mencakup penguatan dari sisi penawaran (supply) maupun permintaan (demand). Langkah tersebut merupakan bagian dari kelanjutan 8 Rencana Aksi reformasi pasar modal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan hal tersebut di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/4/2026). Ia hadir dalam acara Sosialisasi Capaian Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia bersama direksi BEI dan KSEI.
Dari sisi penawaran, OJK memperkuat pengembangan produk investasi baru. Salah satunya melalui instrumen Exchange-Traded Fund (ETF) Emas. Landasan hukum produk ini tertuang dalam POJK Nomor 2 Tahun 2026.
Aturan tersebut mengatur Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek. Produk ini menggunakan emas sebagai aset dasarnya. Saat ini, penerbitan instrumen tersebut sedang memasuki tahap implementasi bersama para pemangku kepentingan terkait.
OJK juga fokus menggarap sisi permintaan pasar. OJK menggandeng pelaku industri untuk mengembangkan program PINTAR Reksa Dana. Program ini juga dikenal sebagai Systematic Investment Plan (SIP).
Inisiatif ini bertujuan memperluas basis investor ritel secara berkelanjutan di tanah air. Melalui program SIP, masyarakat diharapkan lebih mudah berinvestasi secara rutin dan terencana.
Hasan menegaskan semua langkah ini akan dipantau secara ketat. Hal ini demi memastikan implementasi 8 Rencana Aksi berjalan secara konsisten dan terintegrasi. Koordinasi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Seluruh inisiatif ini akan terus dikawal melalui koordinasi dan kolaborasi yang erat,” ujar Hasan dalam keterangannya.
Upaya pendalaman pasar ini diharapkan mampu menciptakan pasar modal yang lebih likuid. Selain itu, beragamnya pilihan produk investasi dapat menarik lebih banyak minat masyarakat untuk berinvestasi. Langkah strategis ini sekaligus bertujuan meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata dunia.
