STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) gencar melakukan pencarian cadangan mineral baru. Melalui anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), perseroan merealisasikan biaya eksplorasi sebesar USD 3,03 juta. Dana jumbo ini dikucurkan sepanjang triwulan keempat 2025.
Vemmy Febrianti, Corporate Secretary AMMN, menyampaikan laporan tersebut dalam keterbukaan informasi pada Jumat (9/1). Aktivitas eksplorasi ini difokuskan pada dua lokasi utama di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Keduanya adalah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Blok II (Elang) dan Blok III (Rinti).
Blok II Elang menyerap anggaran terbesar mencapai USD 2,8 juta. Di area ini, tim melakukan pengeboran inti menggunakan 4 hingga 5 unit rig. Total ada 18 lubang bor yang dikerjakan dengan kedalaman mencapai 6.438,5 meter.
Kegiatan di Elang mencakup proyek porfiri tembaga dan emas (Cu-Au). Selain pengeboran sumber daya, tim melakukan pemetaan geologi dan pengambilan sampel tanah. Pemetaan alterasi juga dilakukan menggunakan teknologi ASD pada inti bor.
“Tujuan dari program pengeboran infill ini adalah untuk manambah data, menyempurnakan model geologi, dan meningkatkan tingkat kepercayaan klasifikasi sumber daya mineral,” ujar Vemmy mengutip laporan tketerbukaan informasi.
Sementara itu, eksplorasi di Blok III Rinti menghabiskan biaya sekitar USD 226 ribu. Pengeboran di area ini menyasar potensi mineralisasi porfiri Cu-Au di bawah zona lithocap. Tim menggunakan 1 unit rig untuk menyelesaikan 2 lubang bor sedalam 1.033,4 meter.
AMMN tidak melakukan aktivitas lapangan di Blok I (Batu Hijau) dan Blok IV (Lampui) selama periode tersebut. Perusahaan hanya melakukan tinjauan atas hasil eksplorasi yang telah dilakukan sebelumnya. Langkah ini diambil untuk menentukan rencana kerja pada masa mendatang.
Ke depan, AMMN berencana melanjutkan pengeboran sumber daya di Elang dan Gerbang Timur dengan 3 rig. Di area Rinti, pengeboran akan tetap dilanjutkan menggunakan 1 rig. Hal ini dilakukan guna mengonfirmasi luasan serta batas alterasi di wilayah tersebut.
Seluruh sampel inti bor telah dikirim ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut. AMMN menggandeng PT Minera Nusa Drillindo sebagai kontraktor pengeboran. Pengujian kualitas sampel dipercayakan kepada laboratorium Intertek Utama Service (ITS).
