STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 757.110.785 lembar saham bernominal Rp25 per unit. Jumlah tersebut sekitar 10% dari modal disetor Perseroan setelah pelaksanaan PMTHMETD.
Berdasarkan prospektus tambahan PMTHMETD yang diumumkan Manajemen Perseroan, dI Jakarta, Kamis 8 Januari 2026, pelaksanaan PMTHMETD akan dilakukan berdasarkan persetujuan Pemegang Saham Independen dalam RUPSLB yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2026.
“PMTHMETD ini diharapkan dapat memberikan alternatif sumber pendanaan bagi Perseroan untuk mendukung kegiatan usaha serta memperkuat struktur permodalan Perseroan, “ tulis Manajemen TRUE dalam laporannya.
Manajemen Perseroan mengatakan, private placement atau PMTHMETD tersebut bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan Perseroan termasuk pemegang saham publik Perseroan dan dalam rangka melaksanakan kegiatan usaha Perseroan dan/atau entitas anak Perseroan.
Harga pelaksanaan penerbitan Saham Baru merujuk pada ketentuan Peraturan No. I-A, di mana harga pelaksanaan penerbitan saham perseroan tersebut paling sedikit 90% (sembilan puluh persen) dari rata-rata harga penutupan saham Perseroan selama kurun waktu 25 (dua puluh lima) Hari Bursa berturut-turut di Pasar Reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan saham hasil PMTHMETD.
Dana yang diperoleh dari PMTHMETD ini setelah dikurangi biaya emisi, untuk kebutuhan modal kerja dan kegiatan umum usaha Perseroan dan/atau entitas anak Perseroan (General Corporate Purposes). Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan Perseroan untuk pengembangan usaha melalui pembangunan proyek yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan ke depannya.
Per 30 September 2025, TRUE memiliki total aset sebesar Rp779,73 miliar. Jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan, masing-masing Rp536,63 miliar dan Rp243,19 miliar. Pendapatan bersih TRUE mencapai Rp35,81 miliar pada kuartal III 2025. Perseroan menderita rugi bersih Rp17,22 miliar pada kuartal III 2025. (konrad)
