STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pertamina (Persero) menyiapkan berbagai layanan tambahan untuk mendukung kelancaran mudik Idul Fitri 1447 Hijriah di jalur Pantai Utara (Pantura). Fokus utama diarahkan pada ketersediaan BBM dan LPG, khususnya bagi pemudik yang melintas di jalur non-tol.
Langkah ini dilakukan seiring potensi lonjakan kendaraan selama periode mudik. Pertamina memastikan pasokan energi tetap aman di seluruh SPBU sepanjang jalur Pantura.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan perseroan telah memetakan titik rawan kemacetan. “Kami telah memetakan titik-titik rawan kemacetan di Pantura,” ujarnya dikutip Sabtu (21/3/2026).
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina menyiagakan Layanan Motoris atau Pertamina Delivery Service. Layanan ini memungkinkan pengantaran BBM langsung ke kendaraan yang terjebak macet.
Baron menegaskan seluruh infrastruktur energi disiagakan penuh selama masa mudik. “Seluruh infrastruktur mulai dari Terminal BBM hingga SPBU di jalur kritikal telah disiagakan 24 jam,” imbuhnya.
Selain memastikan pasokan energi, Pertamina juga menghadirkan layanan tambahan di sejumlah SPBU. Salah satunya SPBU Muri di Tegal, Jawa Tengah, yang dikenal luas oleh pemudik.
SPBU ini pernah mencatat rekor Museum Rekor Indonesia pada 2008. Fasilitasnya mencakup 107 toilet, kolam renang, kursi pijat, mushola, pusat oleh-oleh UMKM, serta kantin.
Manajer SPBU Muri, Sinta Fitria, menyebut pihaknya juga menyediakan fasilitas penginapan. “Kami juga menyediakan tempat penginapan yang bersih dan terjangkau,” katanya.
Pertamina juga menghadirkan tempat istirahat bernuansa budaya lokal di jalur Pantura. Salah satunya Danau Cinta Eco Resort di Desa Energi Berdikari Walahar, Karawang, Jawa Barat.
Lokasi ini dikembangkan dari kawasan yang sebelumnya terbengkalai menjadi destinasi wisata berbasis energi terbarukan.
“Danau ini awal mulanya mati dan terbengkalai,” ujar Manajer Danau Cinta Eco Resort, Enjang Ramdani.
Di lokasi tersebut, pengunjung dapat melihat pemanfaatan energi baru terbarukan seperti panel surya dan sistem micro hydro. Fasilitas ini juga mendukung kebutuhan energi kawasan wisata.
Selain itu, Pertamina membina kafe lokal di Batang, Jawa Tengah, yang menyediakan minuman bagi pemudik. Kafe ini menyajikan berbagai jenis kopi.
“Kopi yang kami budayakan antara lain Arabica, Robusta, dan Liberica,” tutur Wiweko, pemilik kafe.
Kafe tersebut menjadi mitra binaan Pertamina sejak 2018. Usaha ini juga membina lebih dari 1.000 petani kopi di wilayah Batang.
Pertamina memberi ruang bagi UMKM binaan untuk memasarkan produk di SPBU dan rest area. Langkah ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah selama arus mudik.
“Pertamina ingin keberadaan SPBU dan mitra binaan dapat memberikan dampak nyata bagi warga lokal,” kata Baron.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk mengisi penuh tangki BBM sebelum perjalanan.
“Kami berharap masyarakat bijak menggunakan energi, BBM dan LPG, sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Sebagai perusahaan energi, Pertamina terus mendorong transisi energi menuju target Net Zero Emission 2060. Perseroan juga menjalankan program berbasis Environmental, Social & Governance (ESG) untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
