back to top

Perusahaan Jepang, SBI Holdings Borong 5,635% Saham Bank Amar Senilai Rp238,21 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – SBI Holdings, INC, Perusahaan asal Jepang telah melakukan pembelian atas saham PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) sebanyak 1.035.715.286 unit (5,635%) saham emiten perbankan ini pada 8 Oktober 2025.

Mengutip laporan SBI Holdings, INC yang disampaikan, Kamis 9 Oktober 2025,  harga per lembar saham AMAR sebesar Rp230 sehingga SBI Holding menggelontorkan dana Rp238,21 miliar.

“Tujuan SBI Holdings Inc membeli saham AMAR adalah untuk investasi dengan kepemilikan langsung, ”tulis Makoto Miyazaki dalam keterangannya.

Pasca transaksi tersebut, SBI Holdings, INC menguasai 5,635% saham AMAR, dari sebelumnya tidak ada.

Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2025, pemegang saham Bank Amar Indonesia (AMAR) adalah sebagai berikut, Tolaram Pte, Ltd sebesar 70,95%,  Investree Singapore Pte, Ltd sebesar 12,22%, dan masyarakat sebesar 16,83%.

Dari sisi keuangan, AMAR membukukan laba bersih sebesar Rp117,99 miliar pada semester I 2025, tumbuh 20,67% jika dibandingkan Rp97,78 miliar pada semester I 2024. Pendapatan bunga bersih Perseroan naik 18,24% menjadi Rp639,62 miliar pada semester I 2025, dari Rp540,94 miliar pada periode sama tahun 2024.

Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Kamis 9 Oktober 2025 pukul 09.16 WIB, saham AMAR terpantau naik 3,36% menjadi Rp246 per unit dibanding sehari sebelumnya di Rp238 per unit. Selama sepekan, harga saham AMAR telah meningkat sebesar 11,21%, dari Rp214 per saham jadi Rp238 per saham. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bakrie & Brothers (BNBR) Gelar Rights Issue 86,7 Miliar Saham, Siap-siap Dilusi 33,33%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)...

Tiga Obligasi Baru Melantai Bareng di BEI, Total Emisi 2026 Tembus Rp40,51 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan...

IHSG Rontok 7,89% Sepekan, Investor Asing Tarik Dana Rp7,29 Triliun Sepanjang 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Kinerja pasar saham Indonesia sedang lesu...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru