STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan pengawasan ketat terhadap pola transaksi saham tiga emiten, Masig-masing adalah PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA), saham PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM), dan saham PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK). Pengawasan ini dilakukan BEI karena pergerakan harga ketiga saham ini cenderung tak wajar.
Menurut Pande Made Kusuma Ari, Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, dalam pengumuman, Selasa 31 Maret 2026, transaksi saham ITMA, LCKM, dan RSGK diawasi BEI karena terjadi pergerakan harga yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
Sehubungan dengan pola transaksi tak wajar ketiga saham tersebut maka Otoritas Bursa memandang perlu untuk mengawasi perkembangan harga saham ITMA, LCKM, dan RSGK. “Ini sebagai bentuk perlindungan bagi investor,” kata Pande.
Namun Pande mengakui, pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran atas peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Dia meminta investor untuk berhati-hati dengan memperhatikan jawaban manajemen ITMA, LCKM, dan RSGK.atas permintaan konfirmasi BEI terkait perkembangan harga ketiga saham ini. Pande pun berharap agar investor mencermati tiga saham perusahaan tercatat di atas dan keterbukaan informasi.
Di sisi lain, investor juga diminta untuk mengkaji kembali rencana corporate action ketiga Perusahaan Tercatat jika belum mendapatkan persetujuan RUPS. Bahkan, lanjut Pande, investor perlu mempertimbangkan matang berbagai kemungkinan yang dapat timbul sebelum memutuskan untuk berinvestasi di saham ITMA, LCKM, dan RSGK.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu 1 April 2026, saham ITMA tercatat turun 1,65% menjadi Rp2.390 per unit dibanding sehari sebelumnya di Rp2.430 per unit. Selema sepekan, saham ITMA telah turun 3,95%, dari posisi Rp2.530 per saham menjadi Rp2.430 per saham pada 31 Maret 2026.
Sedangkan saham LCKM terpantau di level Rp112 per unit, naik 0,90% dibanding penutupan sehari sebelumnya. Pada periode sepekan, harga saham LCKM telah terkoreksi 27,45%, dari Rp153 per saham menjadi Rp111 per saham.
Adapun saham RSGK berada pada posisi Rp1.560 per unit, meningkat 9,68% dibanding penutupan sehari sebelumnya di Rp1.420 per unit. Selama perdagangan sepekan, harga saham RSGK telah melonjak 44,89%, dari posisi Rp980 per saham menjadi Rp1.420 per saham pada 31 Maret 2026. (konrad)
