Senin, Januari 12, 2026
25.2 C
Jakarta

PP Persero Terapkan Inovasi Hydroseeding di Proyek Bendungan Bagong Trenggalek, Begini Penjelasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) melakukan pembangunan Bendungan Bagong Paket III di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Dalam proyek ini,  PTPP tidak hanya membangun ketahanan air, tetapi juga menjaga lingkungan dengan teknologi ramah lingkungan terbaru, Hydroseeding.

Pelaksanaan proyek bendungan dengan nilai kontrak mencapai Rp402,3 miliar itu dikerjakan selama 376 hari kalender (20 Desember 2024 – 31 Desember 2025). Progres proyek saat ini telah mencapai 40,65% per 31 Agustus 2025,  lebih cepat dari target. Pembangunan bendungan ini diharapkan menjadi infrastruktur vital yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Trenggalek.

PTPP menerapkan metode Hydroseeding untuk revegetasi area bendungan. Metode ini dinilai lebih efisien dan efektif dibandingkan metode penanaman tradisional, terutama pada lahan miring seperti area bendungan.

Keunggulan Hydroseeding meliputi, perkuatan lereng untuk mencegah erosi, efisiensi cakupan luas dengan penanaman cepat dan merata, kualitas vegetasi lebih baik dibanding metode manual, serta reduksi erosi signifikan pada permukaan lereng.

Jenis tanaman yang digunakan adalah Legume Cover Crops (LCC) seperti Centrosema Pubescens, Colopogonium Mucunoides, dan Pueraria Javanica yang mampu mengikat nitrogen sekaligus memperkuat struktur tanah yang dapat mengurangi erosi pada permukaan lereng secara signifikan atau reduksi erosi.

“Hydroseeding adalah bukti bahwa kami tidak hanya fokus pada penyelesaian fisik proyek, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ucap Joko Raharjo, Corporate Secretary PTPP dalam siaran pers di Jakarta, Rabu 3 September 2025.

Menurut Joko, penerapan inovasi teknologi seperti Hydroseeding menegaskan posisi PTPP sebagai pelopor konstruksi berkelanjutan di Indonesia. Proyek ini bukan hanya target penyelesaian tepat waktu, tetapi juga menghadirkan legacy infrastruktur hijau yang bermanfaat luas.

“Dengan selesainya proyek ini pada akhir 2025, Bendungan Bagong akan menjadi role model pembangunan bendungan modern yang inovatif, ramah lingkungan, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Trenggalek dan sekitarnya, serta membuktikan komitmen PTPP dalam menjalankan praktik konstruksi yang berkelanjutan (sustainable),” ungkapnya.

Bendungan Bagong ini memiliki keunikan yakni, desain Spillway tipe Ogee yang dilengkapi dengan dua Stilling Basin sebagai peredam energi. Pondasi spillway berdiri di atas batuan koluvial dengan perkuatan Boredpile, sehingga mampu mengendalikan aliran air secara optimal sekaligus mencegah erosi.

Selain keunikan desain bendungan, anfaat strategis yang dirasakan masyarakat dari pembangunan Bendungan Bagong antara lain suplai air baku sebesar 153 liter/detik irigasi untuk lahan seluas 977 hektar dan reduksi risiko banjir di area Kota Trenggalek dari 203 m³/detik menjadi 44 m³/detik.

Dengan ini, Bendungan Bagong diharapkan dapat mendukung sektor pertanian, menjaga pasokan air bersih, dan meminimalkan dampak banjir bagi masyarakat Trenggalek. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

MIND ID dan Pertamina Sinergi Garap Hilirisasi Batu Bara demi Swasembada Energi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID...

Perkuat Cadangan Emas dan Tembaga, Amman Mineral (AMMN) Kucurkan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)...

BRMS Guyur Jutaan Dolar AS, Gencar Cari Cadangan Emas dan Tembaga Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru