STOCKWATCH.ID, JAKARTA – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) berencana meminta persetujuan pemegang saham untuk menjual kepemilikan sahamnya di PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA).
Rencana tersebut akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Rabu, 4 Maret 2026. mEmiten jasa pengiriman ini telah menyampaikan agenda tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 19 Januari 2026.
Direktur Utama PPGL, Darmawan Suryadi SM, menyampaikan hal ini dalam surat tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/1/2026). Selain soal divestasi, manajemen juga menjelaskan kondisi kinerja keuangan perusahaan.
Mengenai penurunan kinerja per 30 September 2025, Darmawan menyebut faktor harga pengiriman laut sebagai penyebab utama. Kondisi ini dipicu oleh situasi pasar global yang sedang fluktuatif.
“Secara umum, penurunan kinerja keuangan Perseroan per 30 September 2025 dibandingkan periode sebelumnya disebabkan oleh penurunan harga ocean freight dan kenaikan biaya operasional,” ujar Darmawan.
Ia menambahkan kenaikan biaya operasional tersebut masih berada dalam batas yang wajar. Manajemen menilai penurunan kinerja ini hanya bersifat sementara. Kondisi keuangan diprediksi membaik saat harga pengiriman laut kembali stabil.
Untuk menjaga stabilitas, perseroan tengah melakukan berbagai langkah efisiensi. “Perseroan secara umum tentunya telah berusaha melakukan penghematan-penghematan terhadap biaya operasional,” tulis manajemen PPGL dalam dokumen tersebut.
Sejauh ini, PPGL menegaskan tidak ada dampak dari konflik geopolitik global terhadap operasional maupun keuangan. Jalur pengiriman logistik yang dilayani perseroan masih terbuka lebar.
Grup Mayora tetap menjadi pelanggan utama perseroan sejak tahun 2015. Hingga saat ini, tidak ada pergeseran pangsa pasar yang signifikan di industri manufaktur yang dilayani oleh PPGL.
Manajemen juga mengklarifikasi bahwa tidak ada aktivitas gadai saham atau repo yang dilakukan oleh pemegang saham. Selain itu, pemegang saham mayoritas di atas 5% tidak memiliki rencana untuk melakukan divestasi saham PPGL.
Saat ini, jajaran direksi PPGL diisi oleh Darmawan Suryadi SM sebagai Direktur Utama dan Hafez Salammudin sebagai Direktur. Sementara itu, posisi Komisaris Utama dijabat oleh Jap Astrid Patricia dan I Made Satyaguna selaku Komisaris Independen.
Menatap tahun 2026, PPGL tetap optimis dengan prospek bisnis logistik. Selain melayani pelanggan lama, perseroan saat ini sedang dalam proses penjajakan untuk menggaet pelanggan-pelanggan baru guna memperkuat kinerja perusahaan.
