STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menorehkan tinta emas pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2026). IHSG menguat sebesar 111,06 poin atau naik sebesar 1,27% dan berakhir di level 8.859,19. Angka penutupan ini merupakan level tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 446 saham mengalami kenaikan harga. Sementara itu, 246 saham turun dan 114 saham tidak bergerak atau stagnan. Meskipun indeks melesat, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) senilai Rp9,98 miliar.
Menurut Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, sentimen domestik yang solid menjadi pendorong utama penguatan indeks kali ini. Indonesia berhasil mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 67 bulan beruntun. Selain itu, angka inflasi pada Desember sebesar 2,92% tetap terjaga dalam target sasaran Bank Indonesia.
Reza mengatakan, secara teknikal, pergerakan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan ke depan. Area resistance indeks saat ini berada pada rentang 8.864 hingga 8.913. Untuk area support, ia memproyeksikan berada di level 8.765 sampai 8.785.
Para pelaku pasar kini mulai memantau eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela. Gejolak internasional tersebut diprediksi memengaruhi minat investasi pada sektor tertentu. Sektor emas serta pelayaran berpotensi menjadi fokus pergerakan jangka pendek bagi para investor ritel maupun institusi.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham – saham berikut:
- BUY STOCKPICK – IMPC (PT Impack Pratama Industri Tbk)
Technical Summary:
Pergerakan saham IMPC masih dalam trend yang bullish. Saat ini, harga sedang pullback dengan level support di Rp3.760 – Rp3.840. Selama berada diatas level tersebut, trend masih bullish dan belum berubah arah.
Sentimen Tambahan:
Harimas Tunggal Perkasa melepas 411,5 juta saham IMPC senilai sekitar Rp1,3 triliun sehingga porsi kepemilikan turun tipis. Aksi ini bertujuan meningkatkan free float dan likuiditas saham IMPC di pasar.
Trading Plan (Swing Trade):
Buy: Rp3.840 – Rp3.910
R1: Rp4.090
R2: Rp4.240
SL < Rp3.750
- BUY STOCKPICK – MDKA (PT Merdeka Copper Gold Tbk)
Technical Summary:
Perdagangan terakhir, MDKA mampu untuk menembus level resistance fase konsolidasinya di Rp2.390 dan menguat. Potensi terdekat akan melanjutkan penguatan dengan target resistance di level Rp2.560 – Rp2.750.
Sentimen Tambahan:
Investor asing mencatatkan inflow cukup besar pada saham MDKA di perdagangan terakhir sebesar Rp84,90M.
Trading Plan (Swing Trade):
Buy: Rp2.400 – Rp2.480
R1: Rp2.560
R2: Rp2.750
SL < Rp2.300
- BUY STOCKPICK – BBYB (PT Bank Neo Commerce Tbk)
Technical Summary:
Jika dilihat dari chart 1 jam, BBYB membentuk pola cup and handle dengan neckline di Rp498. Selama berada diatas level tersebut terdapat potensi penguatan hingga resistance terdekat pada Rp525 – Rp540.
Sentimen Tambahan:
Pada akhir tahun 2025, PT Gozco Capital memborong 72,45 juta saham Bank Neo Commerce (BBYB), menaikkan porsi kepemilikannya dari sekitar 6,61% menjadi 7,16%.
Trading Plan (Day Trade):
Buy: Rp500 – Rp515
R1: Rp525
R2: Rp540
SL < Rp498
- SELL STOCKPICK – UNIQ (PT Ulima Nitra Tbk)
Technical Summary:
Beberapa perdagangan terakhir, UNIQ mengalami penurunan harga yang sangat signifikan dengan lonjakan volume penjualan yang meningkat. Waspadai penurunan lanjutan dengan target support selanjutnya di Rp288.
Sentimen Tambahan:
Selama 1 bulan terakhir, investor asing mencatatkan distribusi yang masif di saham UNIQ dengan net sell sebesar Rp16,07M.
Trading Plan (SELL):
Last Price: Rp314
Next Support : Rp288
