STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Senin (23/2/2026). Pergerakan IHSG diperkirakan berada di rentang 8.000 hingga 8.350.
Proyeksi tersebut disampaikan Retail Research & Investment Bahana Sekuritas, Dimas Wahyu Putra Pratama, CTA, dalam riset yang dirilis hari ini. Ia menilai IHSG berpeluang melakukan pembalikan arah atau rebound.
“Secara teknikal IHSG Senin 23 Februari 2026 diperkirakan akan bergerak menguat (Rebound),” ujar Dimas.
Sejumlah sektor dinilai menarik untuk dicermati pelaku pasar. Sektor tersebut mencakup IDXTECH, IDXFIN, IDXNCYC, IDXBASIC, IDXTRANS, dan IDXCYC.
Pada perdagangan Jumat (20/2/2026), IHSG ditutup melemah tipis 2,314 poin atau turun 0,03%. Indeks parkir di level 8.271,767. Sebelumnya, IHSG dibuka menguat di level 8.300,222. Posisi penutupan ini sedikit lebih rendah dibanding Kamis (19/2/2026) di level 8.274,081.
Pelemahan indeks pada akhir pekan lalu dipicu penurunan sejumlah saham big caps. Saham MBMA merosot 5,52%, AMRT turun 4,47%, BRPT melorot 3,81%, BYAN terpangkas 2,26%, dan DSSA turun 2,03%. Namun, investor asing masih mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp240 miliar.
Kondisi pasar global memberikan sentimen yang beragam. Bursa Wall Street menguat didorong saham teknologi setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif dagang Donald Trump. Di sisi lain, harga minyak dunia cenderung datar di tengah ultimatum Trump kepada Iran terkait negosiasi nuklir.
Bursa Asia ditutup variatif akibat tensi geopolitik AS-Iran. Selain itu, risalah rapat FOMC menunjukkan pejabat Federal Reserve tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga. India bahkan menunda negosiasi dengan AS untuk mengevaluasi kebijakan tarif global terbaru sebesar 15%.
Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) mencatat pemanfaatan Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) mencapai Rp427,5 triliun. Deputi Gubernur Senior BI, Destri Damayanti menyebut ruang penurunan bunga kredit masih terbuka. Saat ini, pemanfaatan KLM baru mencapai 4,83% dari Dana Pihak Ketiga (DPK).
“Artinya masih ada sekitar 0,7% yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan insentif ini,” ujar Destri. Hal ini diharapkan dapat mendorong perbankan mempercepat transmisi kebijakan moneter ke sektor riil.
Untuk perdagangan sepanjang pekan ini, Bahana Sekuritas merekomendasikan saham – saham berikut:
- NCKL – ACC BUY
- Stop Loss Under: Rp1.420
- Target Price 1: Rp1.505
- Target Price 2: Rp1.535
- Current Price: Rp1.475
- MBMA – ACC BUY
- Stop Loss Under: Rp825
- Target Price 1: Rp885
- Target Price 2: Rp915
- Current Price: Rp855
- INCO – ACC BUY
- Stop Loss Under: Rp6.750
- Target Price 1: Rp7.100
- Target Price 2: Rp7.200
- Current Price: Rp6.900
- TINS – ACC BUY
- Stop Loss Under: Rp3.800
- Target Price 1: Rp4.120
- Target Price 2: Rp4.250
- Current Price: Rp3.920
- ANTM – ACC BUY
- Stop Loss Under: Rp4.120
- Target Price 1: Rp4.330
- Target Price 2: Rp4.440
- Current Price: Rp4.220
- BRMS – ACC BUY
- Stop Loss Under: Rp1.030
- Target Price 1: Rp1.090
- Target Price 2: Rp1.120
- Current Price: Rp1.060
- PSAB – ACC BUY
- Stop Loss Under: Rp525
- Target Price 1: Rp610
- Target Price 2: Rp635
- Current Price: Rp565
- BREN – ACC BUY
- Stop Loss Under: Rp7.850
- Target Price 1: Rp8.300
- Target Price 2: Rp8.525
- Current Price: Rp8.050
- CUAN – ACC BUY
- Stop Loss Under: Rp1.675
- Target Price 1: Rp1.800
- Target Price 2: Rp1.860
- Current Price: Rp1.735
- CDIA – ACC BUY
- Stop Loss Under: Rp1.100
- Target Price 1: Rp1.180
- Target Price 2: Rp1.225
- Current Price: Rp1.140
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
