back to top

Prediksi IHSG Rebound, Rekomendasi BRI Danareksa Sekuritas: Beli BBNI Cs, Jual JSMR

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Awal pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah, bahkan berakhir di bawah level 7.400. IHSG pada perdagangan saham Senin (09/3/2026) ditutup terperosok di level 7.337,37.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG anjlok 248,32 poin atau melemah 3,27% dari penutupan Jumat (06/3/2026) di level 7.585,69. Data perdagangan menunjukkan sebanyak 555 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, 94 saham tidak bergerak atau stagnan, dan hanya 168 saham berhasil naik.

Menurut Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, pelemahan indeks sempat terpuruk hingga level 7.156 secara intraday. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Konflik tersebut mengganggu distribusi minyak global dan mendorong harga minyak melonjak di atas USD100 per barel.

“Kondisi ini juga memicu kekhawatiran terhadap APBN Indonesia akibat potensi kenaikan subsidi energi,” kata Reza.

Reza menambahkan, rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Februari turut turun ke angka 125,2. Hal ini diyakini memberi tekanan tambahan bagi pergerakan pasar domestik.

Untuk perdagangan berikutnya, IHSG berpotensi mengalami technical rebound. Potensi ini muncul seiring koreksi harga minyak pasca rencana kelompok G7 melepas cadangan minyak strategis. Beberapa saham unggulan juga dinilai sudah berada di area support dan oversold.

Secara teknikal, Reza memproyeksikan area support IHSG saat ini berada pada rentang 7.200 hingga 7.300. Untuk area resistance, ia memprediksi indeks berada di level 7.400 sampai 7.500. Para pelaku pasar kini sedang menantikan rilis data Retail Sales Indonesia.

Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham – saham berikut:

  1. BUY STOCKPICK – BBNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk)
    Technical Summary:

    Secara teknikal, BBNI sedang menguji area support kuat di Rp4.140 – Rp4.260. Selama mampu bertahan di area tersebut, harga berpeluang rebound menuju resistance Rp4.360 – Rp4.460.
    Sentimen Tambahan:
    BBNI menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun dalam RUPST Tahun Buku 2025. Dividen tersebut setara 65% dari laba bersih konsolidasian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,04 triliun.
    Trading Plan (Day Trade):
    Buy: Rp4.250 – Rp4.290
    R1: Rp4.360
    R2: Rp4.460
    SL < Rp4.140
  2. BUY STOCKPICK – ITMG (PT Indo Tambangraya Megah Tbk)
    Technical Summary:

    ITMG menunjukkan momentum bullish kuat setelah berhasil breakout dari area psikologis Rp27.000 disertai peningkatan volume. ITMG berpotensi melanjutkan penguatan menuju area Rp28.950 – Rp30.175.
    Sentimen Tambahan:
    Harga batu bara naik mendekati USD140 per ton akibat meningkatnya risiko pasokan energi dari konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, serta gangguan produksi LNG Qatar.
    Trading Plan (Day Trade):
    Buy: Rp27.500 – Rp28.000
    R1: Rp28.950
    R2: Rp30.175
    SL < Rp27.000
  3. BUY STOCKPICK – LSIP (PT PP London Sumatra Indonesia Tbk)
    Technical Summary:

    Secara teknikal, LSIP menarik dicermati setelah breakout neckline pola double bottom di Rp1.230 yang membuka peluang penguatan lanjutan. Selama harga bertahan di atas area tersebut, potensi lanjut menguat menuju area Rp1.355 – Rp1.430.
    Sentimen Tambahan:
    Harga CPO Malaysia naik 3,7% ke MYR 4.375 per ton, tertinggi sejak Oktober. Kenaikan ini didorong naiknya harga minyak dunia, meningkatnya impor India, dan potensi penurunan stok.
    Trading Plan (Day Trade):
    Buy: Rp1.250 – Rp1.300
    R1: Rp1.355
    R2: Rp1.430
    SL < Rp1.220
  4. SELL STOCKPICK – JSMR (PT Jasa Marga Tbk)
    Technical Summary:

    Secara teknikal, JSMR masih berada dalam tren menurun dan telah menembus support Rp3.250. Kondisi ini membuka ruang pelemahan menuju area Rp2.870 – Rp2.990. Momentum bearish juga terlihat dari pergerakan MACD di area negatif.
    Sentimen Tambahan:
    JSMR mencatatkan penurunan laba tahun berjalan sebanyak 14,28% menjadi Rp4,80 triliun pada 2025. Pencapaian ini turun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai Rp5,60 triliun.
    Trading Plan (SELL):
    Last Price: Rp3.090
    Next Support : Rp2.990

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bank Nobu (NOBU) Siapkan Dana Rp50 Miliar untuk Buyback Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) berencana...

Borong Saham di Harga Diskon, Direktur ASII Rogoh Kocek Segini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Petinggi PT Astra International Tbk (ASII)...

Investor Indocement (INTP) Bertambah jadi 11.738, Porsi Saham Free Float Turun Tipis

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru