back to top

Prima Multi Usaha (PMUI) Rambah Bisnis Hotel dan Restoran Lewat Anak Usaha Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) memperluas lini bisnisnya. Emiten yang berbasis di Cirebon ini mendirikan entitas anak usaha baru bernama PT Griya Prima Indonesia (GPI). Perusahaan baru ini disiapkan untuk terjun ke sektor pariwisata, khususnya bidang perhotelan dan restoran.

Direktur Utama PMUI, Agus Susanto menjelaskan, pendirian GPI telah disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM pada 10 Februari 2026. Dalam struktur kepemilikannya, PMUI menguasai saham mayoritas GPI sebesar 99,6%.

“Pembentukan entitas anak tersebut bertujuan untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha Perseroan,” ujar Agus dalam keterbukaan informasi di kutip, Senin (16/2/2026).

PMUI menyetor modal sebesar Rp249 juta untuk 249 lembar saham di GPI. Sisa kepemilikan saham dipegang langsung oleh Agus Susanto sebanyak 1 lembar senilai Rp1 juta. Total modal ditempatkan dan disetor penuh dalam pendirian ini mencapai Rp250 juta.

Manajemen PMUI menargetkan anak usaha barunya ini tidak akan langsung beroperasi dalam waktu dekat. Saat ini, GPI masih dalam tahap perencanaan usaha serta pengurusan izin yang diperlukan. Lokasi operasional GPI akan berada di Jalan Tuparev No 87A, Cirebon, Jawa Barat.

Agus menyebut, kontribusi pendapatan dari bisnis hotel ini belum akan terlihat dalam laporan keuangan jangka pendek. Pihaknya masih membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk persiapan matang sebelum membuka layanan kepada publik.

“Perseroan memperkirakan GPI dapat mulai beroperasi secara komersial pada pertengahan tahun 2027,” kata Agus.

Langkah ini merupakan strategi jangka panjang PMUI untuk melakukan diversifikasi usaha. Kehadiran bisnis hotel dan restoran diharapkan mampu membuka potensi pendapatan baru di luar bisnis utama perseroan saat ini. Selain itu, ekspansi ini dinilai dapat mengurangi risiko konsentrasi usaha.

Susunan pengurus GPI juga telah ditetapkan. Posisi Komisaris dijabat oleh Rudy Susanto Wijaya Kaswan, sementara Agus Susanto merangkap jabatan sebagai Direktur di anak usaha baru tersebut. Agus memastikan seluruh proses pengembangan usaha ini tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Berkah Prima Perkasa (BLUE) Turun 11,52% pada 2025, Ini Pemicunya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE), mencatat...

Investor Obligasi Kompak Dukung Pelonggaran Rasio Keuangan ADHI

STOCKWATCH.ID, JAKARTA – Para pemegang obligasi PT Adhi Karya...

Praktik Jual Beli Rekening Bank Masih Marak di Medsos, OJK Gandeng PPATK dan Aparat Hukum

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan menyoroti masih maraknya...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru