BI Siap Pangkas BI Rate Akhir 2024, Ini Pertimbangannya!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memberikan sinyal kuat bahwa ada kemungkinan penurunan BI Rate pada triwulan IV 2024. Perry menegaskan, keputusan ini sangat dip...
Dalam rapat Dewan Gubernur Bulanan, Perry kembali menegaskan bahwa BI masih melihat peluang untuk menurunkan BI Rate pada triwulan IV 2024. Namun, fokus utama BI pada triwulan III ini adalah memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
"Preferensi kami, dan memang secara fundamental, rupiah masih akan cenderung menguat," ujar Perry.
Penguatan rupiah dinilai sangat positif bagi ekonomi Indonesia, terutama dalam menjaga harga-harga tetap stabil, khususnya harga pangan. Selain itu, rupiah yang kuat juga mendukung sektor-sektor yang memiliki kandungan impor tinggi, seperti industri tekstil dan manufaktur, yang pada akhirnya akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
"Penguatan rupiah itu baik bagi ekonomi. Satu, mendukung harga yang lebih rendah termasuk harga pangan dan inflasi. Kedua, mendukung pertumbuhan ekonomi termasuk sektor-sektor yang padat karya dan impor tinggi," tambah Perry.
Perry juga menekankan bahwa penguatan rupiah akan berdampak positif pada stabilitas keuangan dan perbankan Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan moneter BI tetap akan pro-stabilitas dengan fokus pada penguatan lebih lanjut stabilisasi nilai tukar rupiah.
- 1
- 2
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Mi...
- BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Literasi Keuangan dan Kewirausahaan, Siapkan Usa...
- KUR Bank Mandiri Tembus Rp21,41 Triliun Semester I 2026, Jangkau 162 Ribu Pelaku...
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%