OJK Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko untuk Bangun Sektor Keuangan Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat penerapan tata kelola (governance), manajemen risiko, dan budaya integritas untuk membangun sektor jasa keuangan yang tangguh, a...

OJK Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko untuk Bangun Sektor Keuangan Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045
Bacakan Artikel

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang diwakili Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menilai transformasi digital harus menjadi pengungkit produktivitas nasional dan kesejahteraan masyarakat.

"Digitalisasi bukanlah tujuan akhir. Digital merupakan pengungkit bagi seluruh sektor ekonomi. Karena itu, transformasi digital harus menjadi katalis peningkatan produktivitas nasional dan kesejahteraan masyarakat," kata Edwin.

Edwin menambahkan, tata kelola yang baik tidak menghambat inovasi, melainkan menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan sehingga kepatuhan dapat mendorong lahirnya inovasi yang berkelanjutan.

RGS 2026 menghadirkan dua sesi diskusi panel dan sesi GRC Insight yang membahas penguatan transparansi organisasi serta pembangunan budaya berbasis nilai (value-driven culture). Forum ini diikuti para pakar dan praktisi GRC dari dalam maupun luar negeri, termasuk perwakilan Meta, Danantara Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk, University of Antwerp, United Nations Office for Project Services (UNOPS), Orbis Business School, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut diikuti lebih dari 20.000 peserta, baik secara luring maupun daring. Peserta berasal dari pimpinan lembaga jasa keuangan, regulator, asosiasi profesi GRC, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: