Samuel Sekuritas Tambah Kepemilikan di NSSS Jadi 25,18% Usai Transaksi Repo
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Samuel Sekuritas Indonesia menambah kepemilikan saham di PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) hingga mencapai 25,18% setelah melakukan serangkaian transaksi repo pada tanggal 3 Agustus 2026.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 4 Agustus 2026, Samuel Sekuritas Indonesia yang diwakili anggota direksi melaporkan jumlah saham NSSS yang dimiliki meningkat dari 5.757.439.800 saham atau 24,19% menjadi 5.992.589.100 saham atau 25,18%.
Kenaikan kepemilikan tersebut berasal dari dua transaksi yang dilakukan pada tanggal 3 Agustus 2026, yakni penempatan repo dan pencairan repo.
Dalam transaksi pertama, Samuel Sekuritas melakukan penempatan repo atas 477.393.100 saham NSSS dengan harga Rp1.000 per saham.
Pada hari yang sama, Samuel Sekuritas juga melakukan pencairan repo sebanyak 242.243.800 saham dengan harga Rp378 per saham.
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- RUPST ICON Putuskan Tak Bagikan Dividen Tahun 2025
- MDIA Buka Suara soal Volatilitas Saham, Ungkap VIVA Alihkan 1 Miliar Saham
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- Samuel Sekuritas Tambah Kepemilikan di NSSS Jadi 25,18% Usai Transaksi Repo
- RUPST ICON Putuskan Tak Bagikan Dividen Tahun 2025
- MDIA Buka Suara soal Volatilitas Saham, Ungkap VIVA Alihkan 1 Miliar Saham
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- Samuel Sekuritas Tambah Kepemilikan di NSSS Jadi 25,18% Usai Transaksi Repo
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- NIRO Bakal Lepas Salah Satu Lini Usaha Entitas Anak, Ini Tujuannya
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026