Sisi Gelap Reality Show Married at First Sight Australia Terungkap, Peserta Dipasangkan dengan Pelaku Kriminal
STOCKWATCH.ID (SYDNEY) โ Sejumlah bintang acara Married at First Sight (MAFS) Australia merasa tidak aman. Mereka merasa tidak dilindungi pihak penyelenggara acara. Para peserta tidak diberitahu pasan...
Sistem pemeriksaan latar belakang juga dianggap terburu-buru. Seorang peserta pria menyebut proses pengecekan hanya memakan waktu dua minggu. Produser disebut hanya percaya pada perkataannya saat ia tidak bisa menunjukkan dokumen bukti.
Katie Johnstone dari musim 2025 ikut angkat bicara. Ia merasa peserta wajib tahu jika dipasangkan dengan orang yang punya masa lalu bermasalah. "Apalagi Anda diharapkan untuk berduaan dan berbagi kamar dengan orang ini," tutur Katie.
Channel 9 dan Endemol Shine Australia memberikan pernyataan bersama. Mereka mengaku memiliki protokol kuat untuk memastikan keselamatan peserta.
Proses pemeriksaan mencakup catatan kepolisian di negara tempat tinggal peserta. Ada juga penilaian psikologis klinis dan pemeriksaan medis. Pihak televisi menyebut hukuman denda sebesar USD 210 untuk kasus Adrian berada pada tingkat paling rendah.
Terkait Billy, pihak produksi menyebut sang peserta sudah jujur sejak awal. Billy menceritakan pelajaran hidup yang ia dapat saat berusia 18 tahun. Hingga kini, pihak acara menegaskan tidak ada catatan terkait kekerasan atau pelecehan dari para peserta tersebut.
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Perkuat Daya Saing UMKM, Bank BRI Sukses Bawa Tenun Troso KAINRATU Tembus Pasar...
- Buntut Bentrokan Usai Final Piala Dunia 2026, Timnas Argentina Terancam Sanksi F...
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro