Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street
STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka Nasdaq menanjak pada perdagangan Kamis malam (30/7/2026) waktu setempat. Kenaikan ini menyusul kebangkitan tajam Wall Street pada sesi reguler. Optimisme p...
Kondisi pasar membaik setelah sesi buruk pada Rabu lalu. Indeks Dow jatuh lebih dari 1.100 poin pada hari tersebut. Ini merupakan penurunan satu hari terburuk sejak April 2025.
Aksi jual sempat meningkat setelah Federal Reserve menahan suku bunga tetap. Keputusan ini memicu kekhawatiran bank sentral tertinggal dalam melawan inflasi. Imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 30 tahun naik menjadi di atas 5,2%. Angka ini mendekati level tertinggi sejak 2007.
Richard Bernstein, Global Head of Macro and Customized Investing di Janus Henderson Investors, memberikan analisanya. Ia menilai investor sedang menyesuaikan ekspektasi suku bunga Fed. Langkah ini mengurangi kelebihan dana yang selama ini memicu spekulasi pasar.
"Investor sedang mengatur ulang ekspektasi untuk pemotongan suku bunga Fed, mengurangi likuiditas berlebih yang telah memicu pasar yang didorong oleh momentum spekulatif," ujar Bernstein.
Ia juga melihat perubahan arah pergerakan pasar. Investor mulai melirik saham-saham di luar raksasa teknologi.
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street
- Harga Emas Dunia Kembali Berkilau, Ternyata Ini Penyebabnya
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%