Telkom Tancap Gas! Bisnis FMC, Data Center, dan Menara Panen Cuan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Strategi Fixed-Mobile Convergence (FMC) yang dijalankan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mulai menunjukkan hasil yang positif. Anak usahanya, Telkomsel, berhasil meny...

Telkom Tancap Gas! Bisnis FMC, Data Center, dan Menara Panen Cuan
Bacakan Artikel

Telkom juga sedang mengembangkan Hyperscale Data Center (HDC) di Batam dan memperluas HDC di Cikarang. Fasilitas ini dirancang untuk kebutuhan daya besar, termasuk AI. Data center juga mengusung prinsip ESG, seperti penggunaan energi surya dan sistem pendingin efisien berbasis air dan cairan.

Telkom mendirikan anak usaha baru, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF), untuk mengelola aset jaringan. Setelah menyelesaikan transisi operasional jaringan pada Agustus 2024, TIF masuk fase komersialisasi.

Pada November 2024, TIF mendapatkan dua lisensi penting, yakni JARTAPLOK dan JARTUP Terrestrial. "Lisensi ini jadi landasan untuk memperkuat layanan TIF dalam menyediakan solusi konektivitas yang andal," bunyi pernyataan Telkom.

Pada Desember 2024, TIF juga kerja sama strategis dengan salah satu ISP untuk memperkuat layanan Fiber-to-the-Home (FTTH). Kerja sama ini mempertegas peran TIF sebagai katalis pertumbuhan sektor telekomunikasi nasional.

Untuk mendukung semua itu, Telkom menggelontorkan belanja modal (Capex) Rp24,5 triliun sepanjang 2024. Jumlah ini setara 16,3% dari total pendapatan. Capex difokuskan untuk penguatan infrastruktur jaringan, termasuk fiber optic, menara, satelit, dan kabel bawah laut. Sisanya untuk pengembangan pusat data dan layanan digital lainnya.

Di sisi keberlanjutan, Telkom meluncurkan inisiatif โ€œGoZero โ€“ Sustainability Action by Telkom Indonesiaโ€ pada November 2024. Program ini punya tiga pilar.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: