The Fed Diproyeksikan Turunkan Suku Bunga, Inflow Asing ke Indonesia Bisa Meningkat
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bank Indonesia (BI) memperkirakan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), akan memangkas suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) dua kali hingga akhir tahu...
โPemangkasan suku bunga BI ke depan akan menjadi katalis penting. Pasar obligasi bisa mendapatkan sentimen positif, sementara di pasar saham, masuknya aliran dana asing berpotensi mendongkrak likuiditas. Namun, keberlanjutan inflow akan tetap bergantung pada perbaikan kinerja emiten serta arah kebijakan moneter global,โ jelas Stefanus.
Di tengah kondisi ini, Stefanus menilai momentum saat ini paling optimal dimanfaatkan melalui instrumen Reksa Dana, khususnya Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT). Reksa dana ini menempatkan minimal 80% portofolio pada surat utang sehingga memberikan kinerja lebih stabil dengan risiko lebih rendah dibanding saham.
โDengan peluang inflow asing ke pasar obligasi dan ruang pelonggaran suku bunga BI, RDPT menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk portofolio investasi,โ tegas Stefanus.
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88...
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88...