Tunggal Jaya Investama Borong 400 Ribu Saham IMPC, Porsi Kepemilikan Tetap 37,89%
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)โ Salah satu pemegang saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yakni, Tunggal Jaya Investama, menambah kepemilikan saham di perseroan melalui transaksi pembelian di Bursa Efe...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)โ Salah satu pemegang saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yakni, Tunggal Jaya Investama, menambah kepemilikan saham di perseroan melalui transaksi pembelian di Bursa Efek Indonesia atau BEI.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada ย Selasa, 21 Juli 2026 terungkap, transaksi tersebut dilakukan pada 17 Juli 2026.
Dalam laporan itu disebutkan, Tunggal Jaya Investama membeli sebanyak 400.000 saham IMPC dengan harga Rp1.435 per saham. Tujuan transaksi tersebut untuk investasi.
Setelah transaksi dilakukan, jumlah saham yang dimiliki Tunggal Jaya Investama meningkat menjadi 20.803.965.194 saham dari sebelumnya 20.803.565.194 saham.
Meski terjadi penambahan kepemilikan, porsi hak suara yang dimiliki Tunggal Jaya Investama tetap berada di level 37,89%. Dalam dokumen yang disampaikan kepada regulator disebutkan, transaksi tersebut merupakan pembelian dengan tujuan untuk tansaksi investasi.
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88...
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Simak Top 5 Net Foreign Buy Sepekan: BBCA Jadi Incaran Investor Asing, TPIA Pimp...
- Kinerja IHSG Juli 2026 Menguat Tajam 10,51%, Investor Nikmati Reli Bursa
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...