Rabu, Januari 21, 2026
27.9 C
Jakarta

Puluhan Ribu Ton Batubara Tak Bertuan di Kutai Kartanegara Diamankan Kementerian ESDM

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian ESDM mendapati tumpukan batubara tak bertuan di sejumlah dermaga bongkar muat barang tambang (jetty) di sepanjang jalur Sungai Mahakam.

Tumpukan batubara tersebut memiliki berat total sekitar 50.000 ton dan diduga berasal dari aktivitas pertambangan ilegal. Hal ini dilakukan dalam rangka operasi pengamanan sebagai upaya penegakan hukum sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Tumpukan atau stockpile batubara tersebut ditemukan di enam titik lokasi yang berbeda, tersebar di pelabuhan khusus/jetty batubara, serta di area penambangan yang berada di Kecamatan Loa Kulu dan Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Temuan ini merupakan hasil operasi pengamanan yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 14-15 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya penegakan hukum di sektor energi dan sumber daya mineral.

Jeffri Huwae, Direktur Jenderal Penegakan Hukum ESDM, menjelaskan bahwa tumpukan atau stockpile batubara tersebut merupakan kekayaan negara yang rawan hilang, sehingga segera dilakukan pengamanan lapangan oleh tim Ditjen Gakkum ESDM.

“Saat ini stockpile batubara tersebut telah dilakukan pengamanan dengan pemasangan barikade menggunakan garis atau segel Ditjen Gakkum ESDM, serta dipasangi spanduk/plang larangan yang menyatakan bahwa tumpukan tersebut merupakan aset negara,” ujar Jeffri di Jakarta, Selasa (20/1/2026), dikutip dari laman esdm.go.id.

Jeffri menambahkan, tahapan selanjutnya adalah akan dilakukan penelusuran terkait asal usul, sembari dilakukan penilaian terkait kuantitas serta kualitas Batubara tersebut. Proses itu akan melibatkan pihak independent, baik surveyor atau instansi yang berwenang, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Setelah seluruh proses tersebut selesai, batubara akan dilelang, dan hasilnya akan menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada sektor ESDM,” ungkap Jeffri.

Langkah ini, lanjutnya, menegaskan komitmen Pemerintah dalam menindak tegas praktik pertambangan ilegal, sekaligus menjaga optimalisasi penerimaan negara dari sektor energi dan sumber daya mineral.

Selama proses pengamanan stockpile Batubara ini, kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif berkat dukungan penuh serta sinergi lintas instansi. Operasi ini melibatkan Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ahmad Yani Resmi Jadi Direktur Utama PGEO, Targetkan Kapasitas 1 GW dalam 3 Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)...

PT Vale (INCO) Beberkan RKAB 2026 dan Progres Proyek Strategis di Hadapan Komisi XII DPR

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menghadiri...

BKSL Digugat Pembatalan Perjanjian Perdamaian, Ini Respons Manajemen Sentul City!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sentul City Tbk (BKSL) tengah...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru