STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Isu rencana penjualan saham senilai US$ 1 miliar oleh pemilik PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akhirnya terjawab. Manajemen emiten jamu legendaris ini memastikan kabar tersebut sama sekali tidak berdasar.
Budiyanto, Direktur & Corporate Secretary SIDO, menyampaikan klarifikasi resmi tersebut pada Senin (19/1/2026). Langkah ini dilakukan untuk menanggapi permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelumnya, sebuah media massa memberitakan pemilik SIDO tengah mempertimbangkan divestasi sebagian saham.
Budiyanto secara tegas membantah kebenaran informasi tersebut. Ia menyebut pihak perseroan tidak pernah memberikan komentar atau konfirmasi terkait rumor yang beredar.
“Perseroan menegaskan bahwa informasi sebagaimana diberitakan dalam media massa mengenai rencana penjualan perseroan dengan nilai sekitar US$ 1 miliar tidak benar,” tegas Budiyanto dalam laporannya.
Hingga saat ini, manajemen SIDO belum menerima laporan resmi dari PT Hotel Candi Baru. Perusahaan tersebut merupakan pemegang saham pengendali dari emiten berkode saham SIDO ini.
“Hingga tanggal surat ini disampaikan, Perseroan tidak menerima informasi, pemberitahuan, maupun konfirmasi dari PT Hotel Candi Baru selaku pemegang saham pengendali terkait adanya rencana divestasi saham sebagaimana diberitakan,” tambahnya.
Budiyanto menjelaskan SIDO tidak mengetahui latar belakang munculnya rencana divestasi tersebut. Saat ini, perusahaan lebih memilih memusatkan perhatian pada upaya pengembangan bisnis secara internal. Fokus utama perseroan adalah meningkatkan kinerja operasional serta kinerja keuangan.
Terkait langkah strategis ke depan, SIDO memastikan tidak memiliki agenda besar dalam waktu dekat. Perusahaan tidak menyiapkan aksi korporasi material untuk periode 12 bulan mendatang.
“Hingga saat ini, tidak terdapat rencana aksi korporasi yang material dalam periode 12 dua belas bulan ke depan yang berkaitan dengan pemberitaan dimaksud,” tandas Budiyanto.
Ia juga menjamin kondisi kelangsungan hidup perusahaan tetap berjalan normal. Manajemen memastikan tidak ada kejadian material lain yang dapat memengaruhi harga saham perseroan secara mendadak. SIDO berkomitmen untuk selalu mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menyampaikan informasi kepada publik.
