Ramal IHSG Hari Ini Mixed, Bahana Sekuritas Sarankan ‘Beli’ 10 Saham Berikut!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak mixed pada perdagangan Senin (22/7/2024). IHSG diprediksi berada di rentang 7200-7400. Hal...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak mixed pada perdagangan Senin (22/7/2024). IHSG diprediksi berada di rentang 7200-7400. Hal itu disampaikan oleh Dimas Wahyu, analis pasar modal PT Bahana Sekuritas, dalam risetnya yang dipublikasikan hari ini.
Dimas mengemukakan, investor dapat mencermati DXTECH, IDXPROP, IDXINDUS, IDXNCYC, IDXCYC,IDXTRANS, IDXFIN, IDXHEALTH, dan IDXINFRA.
Pada penutupan perdagangan Jumat (19/7/2024), IHSG gagal bertahan di zona hijau. IHSG ditutup turun 26,576 poin atau melemah 0,36% ke level 7.294,495, dari penutupan Kamis (18/7/2024) di posisi 7.321,071. Pergerakan IHSG sempat turun ke level terendah harian di 7.249,817. Saham-saham pemberat indeks antara lain adalah TLKM (-2.18%), TPIA -2.07%), MDKA (-3.31%), dan GOTO (-1.96%). Investor asing mencatatkan nett buy sebesar Rp86 miliar.
“Diperkirakan hari ini Senin (22/7) IHSG berpotensi mixed dengan range 7200-7400,” pungkas Dimas.
Untuk perdagangan saham sepanjang pekan ini, dari Senin hingga Jumat, Bahana Sekuritas merekomendasikan saham – saham berikut:
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Simak Top 5 Net Foreign Buy Sepekan: BBCA Jadi Incaran Investor Asing, TPIA Pimp...
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...