Ramal IHSG Menguat, BRI Danareksa Sekuritas Sarankan ‘Beli’ BUVA Cs dan Jual ACST

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu (08/04/2026). Indeks melesat 308,181 poin atau naik 4,42% ke level 7.279,209. Angka ini melonjak tajam dari penutupan Selasa (07/04/2026) yang berada di posisi 6.971,027.

Data perdagangan menunjukkan indeks membuka hari pada level 7.162,406. Sebanyak 623 saham berhasil parkir di zona hijau. Sebaliknya, 101 saham mengalami penurunan harga dan 95 saham lainnya bergerak stagnan. Nilai transaksi harian menyentuh Rp22 triliun dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp15.000 triliun.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memberikan analisanya. Ia menyebut sentimen positif global menjadi pemicu utama kenaikan indeks. Kabar gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berhasil menurunkan tensi geopolitik dunia secara drastis.

“IHSG ditutup menguat signifikan sebesar 4,42% ke level 7.279,2 pada perdagangan Rabu (8/4/2026), didorong oleh sentimen positif global setelah adanya kabar gencatan senjata AS–Iran yang menurunkan tensi geopolitik,” tulis Reza dalam laporannya.

Kabar damai ini memicu penguatan di mayoritas bursa saham Asia dan Eropa. Di pasar komoditas, harga minyak dunia justru terkoreksi tajam. Minyak jenis WTI turun ke kisaran 95 USD per barel, sementara Brent berada di level 94 USD per barel.

Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Maret 2026 turun menjadi 148,2 miliar USD. Penurunan ini merupakan dampak upaya BI menstabilkan nilai tukar rupiah. Saat ini, mata uang Garuda berada di level Rp17.098 per USD.

Secara teknikal, Reza menilai IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan secara terbatas. Level support indeks diproyeksikan berada di 7.200 dengan resistance pada 7.310. Ia mengingatkan pergerakan ini masih dikategorikan sebagai technical rebound di tengah ketidakpastian global.

Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut:

  1. BUY STOCKPICK – BUVA (PT Bukit Uluwatu Villa Tbk)

Technical Summary:
BUVA mengindikasikan pembalikan arah (reversal) jangka pendek. Saham ini berhasil menembus area neckline di 1.110 dengan dukungan perbaikan momentum. Potensi kenaikan terbuka menuju rentang 1.265 hingga 1.320.

Sentimen Tambahan:
Kinerja keuangan perusahaan sangat positif. Laba bersih BUVA melonjak 11,7 kali lipat pada tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp99,19 miliar.

Trading Plan (Day Trade):

  • Buy: 1.150 – 1.200
  • R1: 1.265
  • R2: 1.320
  • SL < 1.100
  1. BUY STOCKPICK – RAJA (PT Rukun Raharja Tbk)

Technical Summary:
Saham RAJA menunjukkan pola rounding bottom yang mengindikasikan pembalikan arah. Harga berhasil menembus area neckline 4.010. Peluang kenaikan terbuka menuju level 4.390 sampai 4.510.

Sentimen Tambahan:
Pendapatan perseroan tercatat meningkat sekitar 5%. Nilainya naik menjadi 266 juta USD dari sebelumnya sebesar 254 juta USD pada periode yang sama tahun lalu.

Trading Plan (Day Trade):

  • Buy: 4.100 – 4.200
  • R1: 4.390
  • R2: 4.510
  • SL < 4.000
  1. BUY STOCKPICK – OASA (PT Maharaksa Biru Energi Tbk)

Technical Summary:
OASA menunjukkan indikasi pembalikan arah setelah berhasil keluar (breakout) dari area konsolidasi 274. Peningkatan momentum mendukung peluang kenaikan harga ke level 322 hingga 358.

Sentimen Tambahan:
BIPI baru saja mengakuisisi 20% saham kelompok usaha OASA, yaitu PT Maharaksa Energi Hijau. Aksi ini bertujuan memperkuat portofolio bisnis BIPI di sektor energi terbarukan.

Trading Plan (Day Trade):

  • Buy: 290 – 300
  • R1: 322
  • R2: 358
  • SL < 275
  1. SELL STOCKPICK – ACST (PT Acset Indonusa Tbk)

Technical Summary:
Pergerakan ACST masih terjebak dalam tren menurun. Harga telah menembus batas bawah (breakdown) dari area konsolidasi sebelumnya. Hal ini mengindikasikan tekanan jual masih berlanjut menuju area support 79.

Sentimen Tambahan:

Trading Plan (SELL):

  • Last Price: 85
  • Next Support: 79

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Jumlah Pemegang Saham PT Timah (TINS) Meningkat di Maret 2026, Intip Komposisinya!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Timah Tbk (TINS) telah merilis...

Tambah Investasi, Wynfield Global Ventures Serok 3,5 Juta Saham WGSH di Atas Harga Pasar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Wynfield Global Ventures, salah satu pemegang saham...

IHSG Pagi Ini Turun 0,91% ke 7.212,930 Terbebani Saham-saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru