Kamis, Januari 22, 2026
24.8 C
Jakarta

Rights Issue Jumbo, SOTS Ungkap Alasan Saham Baru Melebihi Jumlah Modal Tercatat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I atau rights issue. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,375 miliar saham baru dalam aksi korporasi ini.

Jumlah saham baru tersebut tercatat melebihi total saham yang telah tercatat saat ini. Sebagai informasi, jumlah saham beredar SOTS saat ini mencapai 1,000 miliar lembar.

Direktur Utama SOTS, Floreta Tane, menjelaskan mengenai penetapan jumlah saham tersebut melalui surat tanggapan kepada Bursa. Menurutnya, penetapan jumlah saham didasari oleh ketentuan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Penyampaian Keterbukaan Informasi mengenai rencana PMHMETD wajib disampaikan pada hari yang sama dengan Pengumuman RUPS. Maka dari itu jumlah yang tercantum dalam Keterbukaan Informasi tersebut masih bersifat rencana/target, dengan memperhatikan batasan jumlah maksimal saham yang masih berada dalam portepel Perseroan,” ujar Floreta Tane dalam keterbukaan informasi di laman BEI, Selasa (21/1/2026).

Aksi korporasi ini diproyeksikan bakal meraup dana segar hingga Rp300,001 miliar. Floreta Tane menegaskan setoran modal dalam rights issue ini hanya akan diterima dalam bentuk uang.

SOTS juga telah menyiapkan pembeli siaga untuk menjamin keberhasilan penambahan modal ini. Perusahaan menggandeng pihak afiliasi untuk mengambil sisa saham yang tidak dieksekusi oleh pemegang saham lama.

“Pihak yang akan menjadi Pembeli Siaga adalah perseroan terbatas PT Sungai Mas Internasional, yang merupakan pihak terafiliasi dengan Perseroan,” kata Floreta Tane.

Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya, perseroan memprediksi akan terjadi penurunan persentase kepemilikan. “Perkiraan efek dilusi terhadap pemegang saham dari adanya PMHMETD adalah sebesar 20,00%,” ucapnya.

Berdasarkan jadwal sementara, periode pelaksanaan PMHMETD I ini diperkirakan jatuh pada 18 hingga 24 Juni 2026. Namun, jadwal ini masih bersifat tentatif karena bergantung pada pernyataan efektif dari OJK.

Dana hasil rights issue ini rencananya akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan. SOTS bakal menyalurkan dana tersebut untuk penyertaan modal di PT Dwimukti Graha Kencana (DGK).

DGK merupakan pengelola kawasan pariwisata terpadu “Desa Kitsune” di Canggu, Bali. Kawasan seluas 8.750 meter persegi ini mencakup bisnis restoran, kafe, hingga dayclub.

Hingga tahun buku 2025, unit usaha Desa Kitsune mencatatkan performa keuangan yang positif. Bisnis ini membukukan pendapatan sebesar Rp115,9 miliar dengan EBITDA mencapai Rp12,9 miliar.

Investasi pada DGK diharapkan memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan konsolidasian SOTS ke depan. Selain itu, langkah ini bertujuan memperluas portofolio bisnis perseroan di sektor pariwisata unggulan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dana IPO VISI Ludes Rp71 Miliar, Mayoritas Dipakai untuk Modal Kerja

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Satu Visi Putra Tbk (VISI)...

Kepemilikan Danantara di Garuda (GIAA) Melejit Jadi 92,03%, Porsi Trans Airways Menyusut

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Komposisi pemegang saham PT Garuda Indonesia...

SOTS Siap Kuasai 60% Saham Pengelola Desa Kitsune Bali Lewat Rights Issue

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru