back to top

Rilis ORIS Rp300 Miliar, Kupon Obligasi Ritel PT SMI Cair Setiap Bulan! Segini Keuntungannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI resmi menawarkan Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI (ORIS). Instrumen ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026.

Target dana dari penerbitan instrumen investasi ini maksimal sebesar Rp300 miliar. Surat utang tersebut mendapat peringkat tertinggi, yakni Triple A (idAAA) dari Pefindo.

Ad Interim President Director PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Andreas Oen, menjamin keamanan investasi ini. Perusahaan memiliki rekam jejak yang sangat baik di pasar modal.

“PT SMI sendiri sudah beberapa kali melakukan penerbitan dan sampai sekarang tidak pernah ada track record untuk gagal bayar atau sebagainya. Jadi semua dibayar sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,” tegasnya dalam paparan kepada investor di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Masyarakat bisa memborong obligasi ini dengan modal awal Rp5 juta. Pemesanan selanjutnya berlaku dalam kelipatan Rp1 juta.

Pencatatan instrumen investasi ini akan dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pembayaran kupon ke rekening investor akan cair setiap bulan.

“Pembayaran kupon akan dilakukan secara bulanan dengan perhitungan hari dan bulan harinya sebesar 30/360,” ujar Andreas.

SMI menawarkan dua pilihan tenor obligasi kepada pemodal. Seri A memiliki tenor 1 tahun dengan tingkat kupon 5,6% per tahun. Seri B memiliki tenor 3 tahun dengan kupon 6,05% per tahun.

Andreas memberikan ilustrasi hitungan keuntungan bagi pemodal. Jika investor menempatkan dana Rp5 miliar pada Seri A, kupon bersih per bulan mencapai Rp21 juta. Akumulasi kupon sampai jatuh tempo menjadi Rp259 juta.

Sementara untuk investasi Rp5 miliar pada Seri B, kupon bulanannya mencapai Rp22.687.500. Total akumulasi kupon hingga akhir periode menyentuh Rp816.750.000.

Investor tidak bisa langsung menjual obligasi ini. Ada syarat penahanan kepemilikan dalam waktu tertentu.

“Kemudian akan dikenakan minimum holding period selama 1 bulan sehingga setelah 1 bulan investor baru dapat mentransaksikan obligasi tersebut di pasar sekunder,” ucap Andreas.

Masa penawaran atau bookbuilding berlangsung mulai 9 Maret hingga 9 April 2026. Penetapan hasil penjualan dijadwalkan pada 10 April 2026.

Distribusi obligasi atau settlement jatuh pada 6 Mei 2026. Pembayaran kupon pertama untuk Seri A dan Seri B akan cair pada 6 Juni 2026.

Masa minimum holding period akan berakhir pada 6 Juli 2026. Seri A akan jatuh tempo pada 16 Mei 2027. Sementara Seri B akan jatuh tempo pada 6 Mei 2029.

Calon investor harus memiliki Single Investor Identification (SID) atau rekening efek untuk memesan ORIS. Pemesanan bisa dilakukan dengan menyediakan dana selama periode penawaran.

Pembelian dapat diproses melalui para penjamin pelaksana emisi. Investor bisa menghubungi kantor cabang atau Call Center Join Lead Underwriter yang telah ditunjuk yaitu PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk..

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kinerja Cemerlang, ARKO Bukukan Laba Bersih Rp63,9 Miliar di 2025, Tumbuh 52,9%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) berhasil mencatatkan...

Laba Bersih Temas Anjlok 25,85% Jadi Rp499,23  Miliar di 2025, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Temas Tbk (TMAS) membukukan laba yang...

Duta Pertiwi (DUTI) Cetak Laba Rp422,05 Miliar pada 2025, Turun 50,45%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) membukukan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru