Rupiah Tembus Rp18.000, Begini Proyeksi PEFINDO Terhadap Pasar Surat Utang RI 2026
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Lonjakan risiko geopolitik global akibat agresi Amerika Serikat-Israel terhadap Iran mendisrupsi rantai pasok energi. Kondisi ini memicu kenaikan inflasi dan menekan prospek...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Lonjakan risiko geopolitik global akibat agresi Amerika Serikat-Israel terhadap Iran mendisrupsi rantai pasok energi. Kondisi ini memicu kenaikan inflasi dan menekan prospek pertumbuhan ekonomi global pada 2026.
Kepala Divisi Riset Ekonomi PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), Suhindarto, memaparkan ekonomi global tahun ini diperkirakan melambat. Penyebab utamanya adalah disrupsi pasokan energi dan kenaikan harga komoditas.
"Inversi yield di pasar surat utang mulai terjadi; pasar mulai memperhatikan risiko perlambatan ekonomi akibat tingkat bunga yang terlalu tinggi," ujar Suhindarto dalam PEFINDO Media Forum di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Lembaga internasional memproyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 berada di kisaran 2,5% hingga 3,1%. OECD memprediksi pertumbuhan di level 2,5%, sementara IMF berada di angka 2,8%.
Suhindarto menjelaskan arah kebijakan moneter global kini berbalik menjadi lebih ketat atau hawkish. Ekspektasi suku bunga The Fed yang lebih tinggi menekan arus modal asing keluar dari negara berkembang.
- Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Bursa Asia, Indeks Kospi dan Nikkei Menghijau
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...
- Tingkatkan Kualitas SDM, BNI Perkuat Tata Kelola Lewat LSP dan Sertifikasi ISO
- Direktur WINS Sugiman Layanto Borong 5,99 Juta Saham, Ini Tujuannya
- Sinergi dengan Danantara, Telkom Bidik Pertumbuhan Bisnis Enterprise hingga 30%
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...
- Prabowo Umumkan Jakarta dan Bali Jadi Lokasi PFII, Buka Opsi Daerah Lain
- RAPBN 2027: Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6% dan Belanja Rp4.097 Triliun
- Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Bursa Asia, Indeks Kospi dan Nikkei Menghijau
- Tingkatkan Kualitas SDM, BNI Perkuat Tata Kelola Lewat LSP dan Sertifikasi ISO