back to top

Saat Saham Lain Rontok, Harga Emiten Ini Justru Melonjak Signifikan dan Berujung Disuspensi BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR). Langkah ini diambil otoritas bursa mulai sesi I perdagangan tanggal 29 Januari 2026.

Keputusan tersebut merespons terjadinya peningkatan harga kumulatif yang sangat signifikan pada saham emiten tersebut. Suspensi ini berlaku untuk perdagangan di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, memberikan penjelasan resmi terkait kebijakan ini. Upaya tersebut dilakukan demi menjaga perdagangan saham yang teratur, wajar, dan efisien.

“Sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 29 Januari 2026 sampai Pengumuman Bursa lebih lanjut,” ujar Yulianto dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (29/1/2026).

Bursa mengimbau para pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan setiap informasi yang disampaikan oleh perusahaan. Hal ini bertujuan agar investor bisa mengambil keputusan investasi berdasarkan data yang akurat.

Berdasarkan data perdagangan pada Rabu (28/1/2026), saham STAR ditutup pada level Rp780 per lembar. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp155 atau melonjak 24.80% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp625 per lembar.

Selama satu hari perdagangan tersebut, harga saham STAR bergerak fluktuatif pada rentang Rp540 hingga Rp780. Volume perdagangan saham ini mencapai 17.181.500 unit dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp3,74 triliun.

Kenaikan harga saham STAR memang tergolong sangat drastis dalam waktu singkat. Pada awal tahun, tepatnya 9 Januari 2026, harga saham ini masih berada di level terendah Rp408 per lembar. Namun, dalam kurun waktu kurang dari sebulan, harga melesat hingga mencapai titik tertinggi tahun berjalannya di Rp780.

Catatan bursa juga menunjukkan fluktuasi yang sangat lebar dalam setahun terakhir. Saham STAR pernah menyentuh level terendah di harga Rp18 sebelum akhirnya terbang menuju Rp780. Penguatan yang tidak wajar inilah yang memicu radar pengawasan BEI hingga berujung pada penghentian sementara perdagangan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Prajogo Pangestu Serok 7.000.000 Lembar Saham CUAN, Kini Kuasai 84,087%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Konglomerat Prajogo Pangestu menambah kepemilikan  dengan memborong ...

Aksi Jual Saham Berlanjut, IHSG Pagi Ini Terpuruk Lagi 8% ke 7.654,663

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Hari ini, Kamis, 29 Januari 2026,...

IHSG Ambrol 8%, Bursa Bekukan Sementara Perdagangan Saham Pagi Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pasar modal Indonesia diguncang penurunan tajam...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru