STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Indospring Tbk (INDS) memberikan penjelasan terkait lonjakan tajam harga saham perseroan. Klarifikasi ini disampaikan untuk merespons permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) atas volatilitas transaksi saham INDS.
Direktur sekaligus Corporate Secretary PT Indospring Tbk, Bob Budiono, menyampaikan penjelasan tersebut melalui keterbukaan informasi yang dikutip Senin (19/1/2026). Ia menegaskan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang memengaruhi nilai saham.
“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan,” ujar Bob.
BEI menanyakan soal lonjakan harga saham INDS pada penutupan Jumat, 9 Januari 2026. Saat itu, harga saham INDS melesat Rp56 Kenaikan ini setara 24,35%. Harga saham naik dari Rp230 menjadi Rp286 per lembar.
Lonjakan harga diikuti peningkatan aktivitas transaksi. Volume perdagangan melonjak menjadi 14,94 juta saham dengan frekuensi 2.733 kali. Sebelumnya, volume transaksi hanya 236,10 ribu saham dengan frekuensi 108 kali.
Menurut Bob, kenaikan saham INDS terjadi seiring penguatan pasar. Pada periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 11,28 poin. Indeks sektoral Consumer Cyclicals juga menguat 42,77 poin.
Bob menyampaikan perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat. Hal ini termasuk rencana yang dapat memengaruhi pencatatan saham di bursa.
“Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang),” ujar Bob.
Manajemen juga telah berkoordinasi dengan pemegang saham pengendali, yakni PT Indoprima Gemilang dan PT Indoprima Investama. Kedua pihak dipastikan tidak memiliki rencana yang dapat memengaruhi nilai efek perseroan.
Terkait kepemilikan saham publik, Bob menegaskan komitmen perseroan untuk mematuhi ketentuan bursa.
“Pemegang saham utama tetap memiliki komitmen untuk menjaga free float sebesar 7,5% sesuai dengan Peraturan No. I-A Bursa Efek Indonesia nomor Kep-00101/BEI/12-2021,” tegasnya.
Manajemen mengimbau investor untuk mencermati pergerakan saham INDS secara hati-hati. Keputusan investasi perlu mempertimbangkan mekanisme pasar yang berlaku.
Sementara itu, BEI telah mencabut penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham INDS. Pencabutan suspensi berlaku efektif mulai sesi I perdagangan Senin (19/1/2026). Investor kembali dapat memperdagangkan saham INDS di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham INDS sejak 15 Januari 2026. Kebijakan ini diambil karena lonjakan harga kumulatif yang dinilai signifikan.
Sebelum suspensi diberlakukan, saham INDS kembali melonjak pada perdagangan 14 Januari 2026. Harga saham ditutup di level Rp555 per lembar. Posisi ini naik Rp111 atau 25,00% dari penutupan sebelumnya. Volume transaksi mencapai 68,54 juta saham.
Harga Rp555 menjadi level tertinggi saham INDS sepanjang tahun ini. Padahal, pada awal Januari 2026, saham INDS sempat menyentuh level terendah di Rp226. Seiring lonjakan harga tersebut, kapitalisasi pasar INDS kini mencapai Rp5,02 triliun.
