Satu Perusahaan Asuransi Telat Lapor Keuangan, BEI Beri Sanksi Ini!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –– Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi kepada satu perusahaan tercatat dari sektor asuransi yang belum menyerahkan laporan keuangan interim per 30 Juni 2025 tepat wak...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –– Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi kepada satu perusahaan tercatat dari sektor asuransi yang belum menyerahkan laporan keuangan interim per 30 Juni 2025 tepat waktu. Sanksi berupa Peringatan Tertulis I diberikan setelah perusahaan tersebut tidak memenuhi kewajiban pelaporan hingga batas akhir pada 14 Agustus 2025.
Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar menjelaskan, dari total 32 perusahaan asuransi dan induk perusahaan asuransi yang wajib menyampaikan laporan, ada 31 perusahaan yang sudah melaporkan sesuai aturan. Hanya satu perusahaan yang belum menyampaikan laporan lengkapnya.
"Perusahaan tercatat yang belum menyampaikan laporan keuangan interim per 30 Juni 2025 dikenakan Peringatan Tertulis I," ujar Teuku Fahmi Ariandar, dalam keterbukaan informasi, Jumat (22/8/2025).
Ketentuan batas waktu pelaporan ini mengacu pada Peraturan Bursa Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, termasuk aturan mengenai tenggat pelaporan yang jatuh pada hari libur serta kewajiban menyampaikan rencana audit oleh akuntan publik paling lambat satu bulan setelah tanggal laporan keuangan interim.
Selain itu, aturan ini juga merujuk pada Surat Edaran Bursa Nomor SE-00006/BEI/10-2019 tentang tata cara penyampaian laporan secara elektronik dan Surat Otoritas Jasa Keuangan Nomor S-36/D.04/2025 tertanggal 13 Juni 2025 mengenai batas waktu penyampaian laporan keuangan tahunan 2025 bagi emiten perusahaan asuransi maupun induknya.
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88...
- SIMP Kantongi Laba Rp874 Miliar di Semester I 2026, Penjualan CPO Melonjak 15%
- Simak Top 5 Net Foreign Buy Sepekan: BBCA Jadi Incaran Investor Asing, TPIA Pimp...
- Kinerja IHSG Juli 2026 Menguat Tajam 10,51%, Investor Nikmati Reli Bursa
- IHSG Ditutup Naik 49,762 Poin ke 6.236,126, Mayoritas Saham dan Bursa Asia Mengh...
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...