STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas melemah pada penutupan perdagangan Kamis (6/2/2026). Pelemahan ini mengikuti jejak Wall Street yang mengalami aksi jual besar-besaran pada sektor teknologi. Indeks Kospi di Korea Selatan menjadi pemimpin penurunan di kawasan tersebut.
Mengutip CNBC International, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 3,86% ke level 5.163,57. Saham-saham raksasa cip menjadi pemberat utama indeks tersebut. Saham Samsung turun 5,8% dan SK Hynix merosot 6,44%.
Raksasa pertahanan Hanwha Aerospace juga mencatat penurunan 7,33%. Sementara itu, indeks Kosdaq yang mencakup saham berkapitalisasi kecil ikut jatuh 3,57% ke posisi 1.108,41.
Bursa Jepang tidak luput dari tekanan pasar. Indeks Nikkei 225 turun 0,88% dan berakhir di posisi 53.818,04. Posisi ini menunjukkan indeks mulai menjauh dari rekor tertingginya. Indeks Topix yang lebih luas juga berbalik melemah tipis ke level 3.652,41.
Saham SoftBank Group Corp anjlok lebih dari 7% pada perdagangan hari ini. Penurunan terjadi setelah penjualan lisensi kuartal ketiga fiskal perancang cip Arm mengecewakan pasar. Laporan menunjukkan “hasil Arm meleset dari perkiraan.”
Kabar berbeda datang dari produsen elektronik Panasonic. Saham Panasonic justru melonjak 8,41% meski melaporkan penurunan pendapatan dan laba bersih. Laba operasional yang disesuaikan naik menjadi 159,1 miliar yen atau setara USD 1,03 miliar. Pencapaian ini merupakan “kenaikan 5,59% dari periode yang sama tahun sebelumnya.”
Pasar saham China juga berakhir di zona merah. Indeks CSI 300 di China daratan turun 0,6% ke level 4.670,42. Indeks Shanghai juga melemah 0,64% ke posisi 4.075,917. Saham sektor material dasar menjadi penekan utama di kedua indeks tersebut.
Indeks Hang Seng di Hong Kong menjadi satu-satunya indeks yang mampu bertahan di zona hijau. Hang Seng naik tipis 0,14% ke level 26.885,24. Di sisi lain, indeks Nifty 50 di India terkoreksi 0,52% ke posisi 25.642,80.
Bursa Australia turut menghijau tipis di awal namun berakhir turun. Indeks S&P/ASX 200 ditutup melemah 0,43% ke level 8.889,2. Sentimen negatif di Asia ini dipicu oleh rontoknya saham-saham cip di Amerika Serikat semalam.
Pasar mata uang kripto juga tidak bertenaga. Harga Bitcoin merosot lebih dari 3% dan bergerak di atas level USD 73.000. Sebelumnya mata uang digital ini sempat jatuh di bawah level tersebut.
